Jumat, 15 Mei 2026

Borong TLKM, BBCA, dan BBRI, Asing Net Buy Rp 1,5 Triliun

Penulis : Parluhutan Situmorang
12 Apr 2022 | 15:25 WIB
BAGIKAN
Petugas kebersihan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas kebersihan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,50 triliun di seluruh pasar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/4/2022), berbalik ditutup mencapai 10,99 poin (0,15%) menjadi 7.214,78.

Lima saham dengan net buy terbanyak, yaitu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 445,61 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 262,38 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 251,75 miliar, PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) senialai Rp 132,27 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 89,49 miliar.

Sedangkan lima saham dengan penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 48,81 miliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 41,56 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 27,65 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 26,53 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijawa Tbk (AMRT) Rp 24,67 miliar.

ADVERTISEMENT

Penguatan didukung kenaikan saham sektor consumer cyclicals 0,75%, sektor consumer non cyclicals 0,67%, sektor keuangan o,44%. Sedangkan pelemahan terdalam melanda saham sektor energi 1,25%, sektor transportasi dan logistik 2,31%, serta sektor teknologi 1,07%.

Meski melemah, ketiga saham ini berhasil ditutup menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) naik Rp 53 (34,19%) menjadi Rp 208, PT WIR Asia Tbk (WIRG) naik Rp 170 (24,82%) menjadi Rp 855, dan PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA) melesat Rp 50 (24,27%) menjadi Rp 256. Kenaikan juga melanda saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik Rp 440 (16,06%) menjadi Rp 3.180 dan PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) naik Rp 32 (14,95%) menjadi Rp 246.

Sedangkan pelemahan paling dalam melanda saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS), PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk PBSA).


 


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia