Jumat, 15 Mei 2026

Diversifikasi Bisnis, Saham Merdeka Gold (MDKA) Ditargetkan Rp 6.500

Penulis : Parluhutan Situmorang
13 Apr 2022 | 08:49 WIB
BAGIKAN
Area kegiatan penambangan emas oleh anak usaha Merdeka Copper Gold (MDKA) di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto:Istimewa
Area kegiatan penambangan emas oleh anak usaha Merdeka Copper Gold (MDKA) di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto:Istimewa

JAKARTA, Investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengubah arah bisnis menjadi perusahaan penambang mineral yang terdiversifikasi. Aksi ini menjadikan eksposur perseroan dari tambang nikel, emas, hingga tembaga, bakal seimbang.

Sedangkan kenaikan harga nikel dan batu bara bisa menyebabkan cash cost perseroan naik menjadi US$ 14.400 pada 2022. Perseroan akan mengakuisisi J&P Indonesia untuk menggarap tambang nikel.

“Dengan adanya keinginan untuk mengakuisi tambang nikel, Merdeka Gold akan bertransformasi menjadi penambang mineral terdiversifikasi. Hal ini menjadi sentimen positif, apalagi harga nikel telah naik signifikan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, JPI mengelola tambang nikel dengan mencapai 1,1 miliar dmt dan memiliki saham pada empat lini pabrik nikel Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Smelter SCM yang telah mulai beroperasi tahun ini.

Dengan pengoperasian RKEF, Merdeka Gold diprediksi mulai mendapatkan keuntungan dari akuisisi tersebut. Pengoperasian keempat RKEF dengan kapasitas 38 ribu ton bersamaan dengan lonjakan harga jual nikel akan berimbas positif terhadap perseroan.

Diperkirakan utilisasi smelter tersebut mencapai 90% tahun ini, sehingga berpotensi menghasilkan pendapatan sebesar US$ 821 juta pada 2022. RKEF tersebut diperkirakan menghasilkan laba US$ 246 juta tahun ini, sehingga diharapkan berkontribusi senilai US$ 35 juta terhadap Merdeka Gold.

Hal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MDKA dengan target harga dinaikkan menjadi Rp 6.500. Target MDKA tersebut mempertimbangkan ekspansi bisnis nikel dan potensi pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan lonjakan laba bersih Merdeka Gold menjadi US$ 64 juta pada 2022, dibandingkan pencapaian tahun 2021 senilai US$ 33 juta. Pendapatan perseroan juga diprediksi naik dari US$ 381 juta enjadi US$ 418 juta.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia