Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto: Perseroan.

Wow, GIC dan INA Borong Mitratel (MTEL)

Kamis, 14 April 2022 | 07:44 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Belakangan ini, Government of Singapore (GIC) dan Indonesia Investment Authority (INA) kompak membeli saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel secara agresif.

Tanpa diduga, berdasarkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terbaru, kepemilikan mereka melebihi 5%. GIC memegang 5,72% dan INA melalui Maleo Investasi Indonesia sebesar 5,97%, sedangkan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memiliki 71,86% dan masyarakat 16,42%.

Baca juga: Laba Melesat 129%, Saham Mitratel (MTEL) Mau ke Mana?

Chief Investment Officer Dayamitra Telekomunikasi Hendra Purnama mengungkapkan perseroan bakal mengusulkan dividend payout ratio hingga 70% atau di kisaran Rp 11 per saham dalam RUPST tanggal 22 April mendatang.

Mitratel mencatatkan peningkatan kinerja pada tahun 2021. Laba bersih Mitratel tahun 2021 melonjak 129,4 persen menjadi Rp 1,38 triliun, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 602 miliar. Tahun ini, MTEL optimistis meningkatan pendapatan sebesar 10%, jauh dibanding rata-rata pertumbuhan industri yang diperkirakan sekitar 5%-6%.

Pertumbuhan signifikan ini didukung oleh 750 pembangunan menara baru (build to suit), 3.000 kolokasi organik, serta akuisisi 3.000 tower anorganik.

Baca juga: Siap Tebar Dividen, Ini Agenda RUPS Mitratel (MTEL) pada 22 April 2022

Praktisi dan Penasehat Investasi Rivan Kurniawan mengatakan, MTEL merupakan perusahaan tower terbesar di Indonesia dengan lebih dari 28.200 menara. Secara fundamental,  compound annual growth rate (CAGR) pendapatan selama 5 tahun sebesar 13,8% dan CAGR laba bersih selama periode itu sebesar 35,17% jauh lebih tinggi dibanding dengan rata-rata kompetitornya.

Rivan juga menambahkan bahwa MTEL memiliki kas jumbo sebesar Rp 19, 1 triliun. Hal ini membuat MTEl dalam melakukan akuisisi tower tanpa hutang dan leverage. Tidak mengherankan bila MTEL akan melebarkan sayapnya dengan membeli perusahaan asing di kawasan asia sesuai yang dilansir jurnal Dealstreet Asia. Jadi, tidak mengherankan apabila GIC dan INA membeli secara agresif di pasar karena harga sahamnya juga masih di bawah harga IPO.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN