Bukit Asam (PTBA) Makin Kinclong, Target Harga Sahamnya Joss!
JAKARTA, investor.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih 2021 sebesar 231% menjadi Rp 7,9 triliun, yang ditopang tingginya harga batu bara global. Kinerja perusahaan yang diyakini makin mengkilap pada tahun ini membuat analis merevisi naik target harga saham PTBA.
RHB Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, tingginya harga jual batu bara sebesar Rp 11,01 juta per ton dan naiknya output di posisi 28,4 juta ton pada 2021 membuat margin perseroan mengalami pemulihan dengan nett profit margin (NPM) pada 2021 sebesar 27% dibandingkan 2020 yang sebesar 14%.
Kondisi tersebut membuat RHB Sekuritas merevisi naik target laba bersih Bukit Asam tahun ini dari Rp 5,94 triliun menjadi Rp 9,45 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 26,63 triliun menjadi Rp 36,6 triliun.
Selanjutnya, RHB Sekuritas merevisi naik target laba bersih Bukit Asam pada 2023 dari Rp 5,49 triliun menjadi Rp 6,46 triliun. Sedangkan perkiraan pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 26,17 triliun menjadi Rp 29,35 triliun.
Di samping itu, output batu bara pada tahun ini juga diekspektasikan tumbuh 21% (yoy) menjadi 36,4 juta ton dengan stripping ratio (SR) yang lebih tinggi 5,5 kali dari tahun lalu di 4,7 kali. “Kami memperkirakan kenaikan harga komoditas akan berlanjut seiring dengan adanya ketegangan geopolitik, sehingga dapat mendorong top line perseroan tahun ini menjadi Rp 36,6 triliun atau tumbuh 25% yoy,” jelas tim riset RHB Sekuritas.
RHB Sekuritas juga memperkirakan pencapaian average selling price (ASP) pada tahun lalu akan terulang pada tahun ini, dimana ASP akan berada di US$ 70,39 per ton atau naik 1% yoy. “Kombinasi output yang kuat dan harga jual batu bara yang tinggi akan mengurangi dampak negatif dari biaya operasional yang lebih tinggi, sehingga margin PTBA akan sehat,” jelas tim riset RHB Sekuritas.
Dari segi ekspor, porsi ekspor terhadap total penjualan batu bara pada 2021 sebesar 47% dibandingkan 2020 yang sebesar 35%. RHB Sekuritas meyakini, fleksibilitas PTBA dalam menyesuaikan rencana penambangan akan memungkinkannya untuk memenuhi permintaan luar negeri yang lebih tinggi. Terlebih saat ini, perseroan memiliki cadangan batu bara yang besar, dengan 100 tahun masa penambangan.
Optimisme tersebut akan didukung posisi kas perseroan yang kuat, dimana kas bersih pada 2021 sebanyak Rp 3,3 triliun. PTBA telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,9 triliun untuk tahun ini.
RHB Sekuritas merekomendasikan buy saham PTBA dengan target harga baru Rp 4.600 dari sebelumnya Rp 2.900. Adapun ESG score Bukit Asam berada di 2,8 dari 4.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





