Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I-2022, Itama Ranoraya (IRRA) Cetak Kenaikan Pendapatan 18%

Penulis : Parluhutan Situmorang
18 Apr 2022 | 08:16 WIB
BAGIKAN
Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif
Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif

JAKARTA, Investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 18% menjadi Rp 269,85 miliar hingga kuartal I-2022, dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 228,17 miliar. Segmen produk Diagnostik In Vitro menjadi penyumbang terbesar pendapatan hingga 92% terhadap total pendapatan.

Sedangkan sisanya berasal dari penjualan segmen alat kesehatan non elektromedik yang berisi produk jarum suntik Oneject sebesar 7% terhadap total pendapatan. Segmen ini mencetak pertumbuan 872%. Pendapatan lain-lain yang berisi produk-produk baru seperti Avimac, BD, HMD, dan lain-lain dengan kontribusi 1% terhadap total pendapatan sampai Maret 2022.

“Tidak jauh berbeda dengan tahun 2021, pada kuartal I-2022, kami mampu meningkatkan porsi penjualan untuk non-pemerintah baik dari korporasi dan juga retailer. Peningkatan porsi non-pemerintah tersebut membuat distribusi pendapatan kami secara kuartalan semakin membaik dalam dua tahun terakhir. Jika tahun 2019 dan 2020, porsi penjualan kuartal I hanya di baawah 5%, pada tahun 2021 porsinya sudah naik menjadi 17% dan di tahun ini pendapatan di 1Q2022 meningkat 18%,” kata Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif melalui penjelasan resmi di Jakarta, Minggu (16/4).

ADVERTISEMENT

Tahun ini, menurut dia, secara organik, perseroan terus memaksimalkan penjualan produk-produk baru, seperti Rapid Test untuk penyakit menular seperti untuk test HIV, Sifilis, HBsag, HCV, Hepatitis, DBD Dengeu, Salmonela, Malaria dan penyakit menular lainnya. Sepanjang 1Q2022 penjualan Rapd Test untuk penyakit menular membukukan penjualan sebesar Rp 19,5 miliar atau sudah mencapai 33% dari penjualannya di sepanjang tahun 2021.

Selain Rapid Test penyakit menular, perseroan memasarkan produk baru lainnya, seperti imunomodulator Avimac, Alat penyimpan Vaksin yang telah memiliki standart WHO milik Vestfrost perusahaan asal Swedia, Produk BD Bard milik Becton Dickinson yang merupakan balon pembuluh darah yang diperlukan untuk penyakit-penyakit yang mengalami penyumbatan darah. Bahkan tahun ini, perseroan akan kembali merilis produk baru di segmen Diagnostil In Vitro milik prinsipal alat kesehatan global.

Terkait dengan proses transformasi bisnis, Heru mengungkapkan, masih terus berjalan. Masuknya penawaran dari beberapa Investor strategis dalam pelaksanaan transformasi bisnis Itama Ranoraya membuat proses penentuan metode dan tahapan pelaksanaanya masih terus berlangsung untuk merumuskan kolaborasi yang optimal.

“Tidak ada perubahan, kami tetap komitmen untuk menyelesaikan transformasi bisnis masuk ke sektor manufacturer, kami melihat ini merupakan lompatan yang besar, sehingga tawaran kolaborasi dari beberapa investor strategis menjadi opsi yang baik, apalagi untuk target menjadi pemain global di sektor Healthcare” tutup Heru.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia