Ritel Lepas, Asing Justru Agresif Tambah Saham GOTO
JAKARTA, Investor.id - Koreksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyentuh harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp 338 dimanfaatkan investor asing untuk menambah saham GOTO. Pemodal asing tetap masuk, meskipun investor ritel masih terus melepas saham tersebut.
Sejak perusahaan ini melantai di bursa pada 11 April, foreign net buy tercatat nyaris setengah triliun rupiah. Dan, menariknya, sebanyak Rp 426 miliar dibeli investor melalui pasar reguler. Sedangkan transaksi melalui pasar negosiasi hanya Rp 73 miliar.
“Data perdagangan ini secara sederhana menunjukkan ada investor yang tetap aktif membeli karena melihat prospek bisnis perusahaan saat investor lain yang membeli saham di harga IPO terus melepas kepemilikan,” kata Financial Expert Ajaib Sekuritas Yazid Muammar, di Jakarta, Kamis (21/4/2022).
Baca Juga:
GOTO Beri Pinjaman Pemegang SahamnyaMengacu data historis perdagangan GOTO, dia mengatakan, investor asing aktif membeli di harga tinggi. Dan, mereka terus mengoleksi meski harga bergerak turun, sekalipun menyentuh harga IPO pada perdagangan Rabu (20/4/2022). “Asing tentu ada juga yang keluar, hal lumrah dalam perdagangan. Tetapi, jika dibandingkan total pembelian asing sejak IPO, mayoritas asing tetap stay di GOTO. Fenomena ini menarik karena menunjukkan perbedaan cara pandang investor terhadap saham teknologi,” kata Yazid.
Pada perdagangan sesi pertama hari ini (21/4), asing melepas saham GOTO sebanyak Rp 1,77 miliar. Aksi jual saham ini tidak sebanding dengan total dana asing yang sudah masuk ke saham GOTO.
Investor asing banyak melakukan akumulasi di atas harga IPO karena tidak mendapatkan prioritas alokasi pada saat bookbuilding maupun public offering. Strategi manajemen GOTO memprioritaskan saham IPO ke investor lokal mendorong asing borong saham di pasar sekunder pada harga berapapun, termasuk di saat harga terkoreksi kembali ke harga IPO.
Lebih Baik
Sementara itu, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan, pergerakan harga saham GOTO masih lebih baik dari perusahaan sejenis, baik di bursa lokal maupun global. Bahkan, performa saham GOTO diraih di saat perusahaan teknologi mengalami tekanan luar biasa akibat kekhawatiran investor terhadap rencana kenaikan suku bunga. Nasdaq, bursa saham teknologi di AS, telah terkoreksi cukup dalam sejak awal tahun.
Jika dibandingkan perusahaan sejenis, seperti GRAB dan BUKA, saham GOTO baru menyentuh kembali harga IPO setelah sepekan perdagangan. Saat melantai di AS, saham GRAB langsung amblas 25% pada hari pertama perdagangan. Sementara saham BUKA, langsung terkoreksi pada perdagangan hari kedua dan berlanjut dengan penurunan harga saham secara massif pada pekan pekan berikutnya.
Sejauh ini, GOTO berhasil menjaga pergerakan harga saham di pekan pertama setelah IPO berkat strategi greenshoe yang dijalankan perusahaan lewat agen stabilisator. Mengacu kepada keterbukaan informasi, CGS-CIMB, agen stabilisator GOTO, telah melakukan pembelian saham sebanyak 1,2 miliar saham atau setara Rp 413 miliar. Stabilisasi harga ini setara 20% dari total plafon greenshoe yang disiapkan.
“Pergerakan agen stabilisator yang terjadi kemarin dapat meningkatkan kepercayaan diri investor. Setidaknya, manuver ini meredam keinginan investor untuk melakukan cutloss,” ujar Bernadus.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






