Jumat, 15 Mei 2026

Ini Target Harga Saham Mitratel (MTEL) Menurut Konsensus Analis

Penulis : Primus Dorimulu
21 Apr 2022 | 16:06 WIB
BAGIKAN
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto ilustrasi: Perseroan
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto ilustrasi: Perseroan

JAKARTA, investor.id – Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel ditargetkan Rp 1.003 sebagaimana konsensus analis.

Terangkum, ada 17 riset yang menghasilkan konsensus target harga saham MTEL Rp 1.003. Salah satu risetnya dari BCA Sekuritas yang menyebutkan bahwa MTEL memiliki posisi yang baik untuk mengkapitalisasikan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Selain itu, terdapat riset dari MNC Sekuritas, Verdhana Sekuritas, Daiwa Bahana Sekuritas, CGS-CIMB, Citi Securities, UBS Securities, Henan Putihral, Yuanta Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Indopremier, Mandiri Sekuritas, HSBC Global Research, JP Morgan, New Street Research, dan Samuel Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Adapun pada perdagangan Kamis (21/4/2022), saham MTEL ditutup di level Rp 800 atau meningkat 1,91%. Harga tersebut sudah sama dengan harga penawaran umum perdana MTEL yang digelar pada akhir tahun lalu.

Seperti dilaporkan, Government of Singapore (GIC) dan Indonesia Investment Authority (INA) kompak membeli saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Berdasarkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terbaru, kepemilikan mereka melebihi 5%. GIC memegang 5,72% dan INA melalui PT Maleo Investasi Indonesia sebesar 5,97%. Sedangkan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memiliki 71,86% dan masyarakat 16,42%.

Chief Executive Officer (CEO) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah mengatakan, INA siap melakukan investasi di sektor-sektor yang sudah dipilih, yakni digital ecosystem, mulai dari green infastructure, digital services, digital e-commerce, dan berbagai macam infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan udara, pelabuhun laut, dan juga investasi di bidang kesehatan dan energi, terutama energi terbarukan.

“Kami ingin membantu membangun kesejahteraan bagi anak cucu kita di masa depan. Juga membantu Indonesia untuk membangun terutama di bidang infrastruktur dan bidang perekonomian lainnya secara sustainable,” kata Ridha di Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Dikabarkan saat ini modal INA diperkirakan mencapai Rp 75 triliun sampai Rp 90 triliun. Dengan modal itu, menurut Ridha, INA menginvestasikannya dalam bentuk deposito, bond (surat utang), penyertaan langsung perusahaan, atau penyertaan saham.

“Ada 4 atau 5 aset yang tentunya amat sangat kita kontrol baik secara governance dan secara pilihan sehingga bisa menambah nilai yang kita jaga terus untuk bisa dikembangkan terus ke depannya,” kata Ridha.

Lebih lanjut, Ridha mengungkapkan, INA adalah sebuah perusahaan pengelolaan investasi yang sifatnya mikro. Karena bukan policy maker (penentu kebijakan), INA pun bisa masuk ke bidang bisnis atau perusahaan yang menurutnya layak diinvestasikan. Dan untuk menginvestasikan dananya dengan hasil timbal balik yang baik itu, INA juga dituntut untuk bisa menjalankan tata cara perusahaan tersebut untuk bisa lebih baik lagi agar nilai investasinya nanti akan bisa bertambah.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia