Jumat, 15 Mei 2026

Mei, BTN (BBTN) Tawarkan Obligasi Rp 1 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
25 Apr 2022 | 20:15 WIB
BAGIKAN
Bank Tabungan Negara (BTN).
Bank Tabungan Negara (BTN).

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN berencana melangsungkan penawaran umum obligasi berkelanjutan IV tahap II tahun 2022 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1 triliun pada 17-19 Mei 2022.

Aksi himpun dana tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) IV perseroan dengan total target dana sebesar Rp 8 triliun. Manajemen menerangkan bahwa obligasi yang ditawarkan dalam penawaran umum ini terdiri atas dua seri, yakni seri A dan B.

Untuk obligasi seri A, jumlah pokok yang ditawarkan sebesar Rp 600 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,5% per tahun, jangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal emisi.

ADVERTISEMENT

Sedangkan obligasi seri B ditawarkan sebesar Rp 400 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6% per tahun, jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.

“Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan pemesanan pembelian obligasi dilakukan sekurang-kurangnya Rp 5 juta,” tulis manajemen BTN dalam keterangan resmi, Senin (25/4/2022).

Adapun bunga obligasi akan dibayarkan setiap kuartal sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing. Bunga obligasi pertama dibayarkan pada 24 Agustus 2022 dan bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo dibayarkan pada 24 Mei 2025 untuk obligasi seri A dan 24 Mei 2027 untuk obligasi seri B.

Sesuai rencana, seluruh dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebagai sumber pembiayaan kredit.

Dalam aksi tersebut, emiten perbankan pelat merah ini menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek. Sedangkan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bertindak sebagai wali amanat.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang sudah diaudit dan berakhir pada 31 Desember 2021, BBTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun atau tumbuh 48,3%. Capaian itu disebut telah merefleksikan 123,4% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan sekitar 114,4% dari konsensus analis.

Perolehan itu didukung oleh ekspansi NIM c.90bps yang menjadi 4%, biaya kredit 135 bps, dan tarif pajak efektif yang lebih rendah dari Rp 212,3 miliar pendapatan pajak tangguhan. Kemudian, kredit tumbuh sebesar 5,7% (yoy) pada Desember 2021 yang ditopang oleh pertumbuhan kredit non-perumahan sebesar 18,5% (yoy), yaitu segmen konsumer, komersial dan korporasi.

Lalu, dari sisi pendanaan, DPK CASA juga tumbuh sebesar 14,2% didorong oleh pertumbuhan rekening tabungan sebesar 21,5%. Selain itu, biaya kredit mencapai 135 bps dengan rasio NPL gross yang lebih rendah sebesar 3,7% pada Desember 2021.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 55 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia