Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Sesuai Ekspektasi, Bagaimana dengan Prospek Saham BNI (BBNI)?

Penulis : Parluhutan Situmorang
27 Apr 2022 | 08:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BNI. (Foto: Dok. BNI)
Ilustrasi BNI. (Foto: Dok. BNI)

JAKARTA, Investor.id - Peningkatan kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sepanjang kuartal I-2022 sudah sesuai ekspektasi. Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan laba bersih akan pesat hingga akhir tahun ini.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.700 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan peluang laba bersih perseroan menyentuh angka Rp 16,1 triliun sepanjang 2022.

BNI membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 35,9% dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 3,97 triliun. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan pendapatan non-bunga sekitar 13,2% dari Rp 4,03 triliun menjadi Rp 5,45 triliun. Meski demikian margin keuntungan bersih (NIM) perseroan turun dari 4,9% menjadi 4,5%.

ADVERTISEMENT

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, perolehan laba bersih tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis. Kenaikan laba dipengaruhi atas penurunan biaya kredit sejalan dengan pertumbuhan kredit. Perseroan juga menunjukkan bahwa masih memiliki likuiditas yang kuat, sehingga perseroan memiliki ruang untuk pertumbuhan kredit ke depan.

Terkait performa perseroan tahun ini, dia mengatakan, didukung upaya perseroan yang agresif meningkatkan pengucuran kredit ke segmen korporasi, khususnya perusahaan top tier di sektornya, seperti Mayora, Ciputra, dan Adaro. Dengan demikian, risiko kredit perseroan bisa lebih rendah dan terkelola dengan baik.

“BNI juga akan membangun bisnis berkelanjutan dengan menawarkan akun pembayaran gadi dan kredit konsumsi. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kredit konsumer perseroan hingga di atas pertumbuhan kredit korporasi,” terangnya dalam riset.

Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi naik target laba bersih BNI dari Rp 14,3 triliun menjadi Rp 16,1 triliun. Peningkatan tersebut didukung NIM yang lebih tinggi menjadi 4,5%, dibandingkan perkiraan sebelumnya hanya 4,4%. Penurunan pajak efektif juga akan berimbas terhadap keuntungan perseroan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 11 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia