Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi BNI. (Foto: Dok. BNI)

Ilustrasi BNI. (Foto: Dok. BNI)

Kinerja Sesuai Ekspektasi, Bagaimana dengan Prospek Saham BNI (BBNI)?

Rabu, 27 April 2022 | 08:54 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Peningkatan kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sepanjang kuartal I-2022 sudah sesuai ekspektasi. Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan laba bersih akan pesat hingga akhir tahun ini.

Baca juga: Laba BNI (BBNI) Melonjak 63,2% Nyaris Tembus Rp 4 Triliun

Advertisement

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.700 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan peluang laba bersih perseroan menyentuh angka Rp 16,1 triliun sepanjang 2022.

BNI membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 35,9% dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 3,97 triliun. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan pendapatan non-bunga sekitar 13,2% dari Rp 4,03 triliun menjadi Rp 5,45 triliun. Meski demikian margin keuntungan bersih (NIM) perseroan turun dari 4,9% menjadi 4,5%.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, perolehan laba bersih tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis. Kenaikan laba dipengaruhi atas penurunan biaya kredit sejalan dengan pertumbuhan kredit. Perseroan juga menunjukkan bahwa masih memiliki likuiditas yang kuat, sehingga perseroan memiliki ruang untuk pertumbuhan kredit ke depan.

Terkait performa perseroan tahun ini, dia mengatakan, didukung upaya perseroan yang agresif meningkatkan pengucuran kredit ke segmen korporasi, khususnya perusahaan top tier di sektornya, seperti Mayora, Ciputra, dan Adaro. Dengan demikian, risiko kredit perseroan bisa lebih rendah dan terkelola dengan baik.

Baca juga: Harga Komoditas Menguat, BNI Kejar Pertumbuhan Kredit 7%-10%

“BNI juga akan membangun bisnis berkelanjutan dengan menawarkan akun pembayaran gadi dan kredit konsumsi. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kredit konsumer perseroan hingga di atas pertumbuhan kredit korporasi,” terangnya dalam riset.

Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi naik target laba bersih BNI dari Rp 14,3 triliun menjadi Rp 16,1 triliun. Peningkatan tersebut didukung NIM yang lebih tinggi menjadi 4,5%, dibandingkan perkiraan sebelumnya hanya 4,4%. Penurunan pajak efektif juga akan berimbas terhadap keuntungan perseroan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN