Kinerja Sesuai Ekspektasi, Bagaimana dengan Prospek Saham BNI (BBNI)?
JAKARTA, Investor.id - Peningkatan kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sepanjang kuartal I-2022 sudah sesuai ekspektasi. Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan laba bersih akan pesat hingga akhir tahun ini.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.700 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan peluang laba bersih perseroan menyentuh angka Rp 16,1 triliun sepanjang 2022.
BNI membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 35,9% dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 3,97 triliun. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan pendapatan non-bunga sekitar 13,2% dari Rp 4,03 triliun menjadi Rp 5,45 triliun. Meski demikian margin keuntungan bersih (NIM) perseroan turun dari 4,9% menjadi 4,5%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, perolehan laba bersih tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis. Kenaikan laba dipengaruhi atas penurunan biaya kredit sejalan dengan pertumbuhan kredit. Perseroan juga menunjukkan bahwa masih memiliki likuiditas yang kuat, sehingga perseroan memiliki ruang untuk pertumbuhan kredit ke depan.
Terkait performa perseroan tahun ini, dia mengatakan, didukung upaya perseroan yang agresif meningkatkan pengucuran kredit ke segmen korporasi, khususnya perusahaan top tier di sektornya, seperti Mayora, Ciputra, dan Adaro. Dengan demikian, risiko kredit perseroan bisa lebih rendah dan terkelola dengan baik.
“BNI juga akan membangun bisnis berkelanjutan dengan menawarkan akun pembayaran gadi dan kredit konsumsi. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kredit konsumer perseroan hingga di atas pertumbuhan kredit korporasi,” terangnya dalam riset.
Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi naik target laba bersih BNI dari Rp 14,3 triliun menjadi Rp 16,1 triliun. Peningkatan tersebut didukung NIM yang lebih tinggi menjadi 4,5%, dibandingkan perkiraan sebelumnya hanya 4,4%. Penurunan pajak efektif juga akan berimbas terhadap keuntungan perseroan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






