Jumat, 15 Mei 2026

Skenario Greenshoe GOTO Terkuak, Rebound Menanti?

Penulis : Lona Olavia
27 Apr 2022 | 13:11 WIB
BAGIKAN
GoTo Gojek Tokopedia
GoTo Gojek Tokopedia

JAKARTA, investor.id- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam menjalankan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham beberapa waktu lalu terbilang sukses besar. Namun sayangnya harga sahamnya anjlok bahkan stabilisasi harga (greenshoe) senilai Rp 2,02 triliun telah habis tak bersisa.

Menurut sumber yang mengetahui strategi ini, investor salah menafsirkan dana greenshoe ini yang telah ludes dan mengira emiten akan lepas kontrol. Padahal saat ini GOTO akan melakukan roadshow ke Amerika dan Eropa pada bulan depan. Bahkan sudah banyak investor institusi atau dana pensiun yang justru membeli dalam jumlah besar.

Kekhawatiran investor ini memang sudah diprediksi dari semula. Bahkan, inilah strategi yang jago untuk membuat psycholgy market “ketakutan” dengan melepas saham GOTO. Padahal situasi panik ini yang diharapkan dan di tunggu para market maker.

ADVERTISEMENT

Skenario ini justru berdampak positif karena investor yang telah membeli IPO telah menjual kembali sahamnya pada harga IPO, sehingga sangat mudah saham GOTO untuk naik harganya karena barang tersebut masuk kedalam treasury kembali dan di jual harus melebihi harga belinya dalam jangka waktu tertentu.

Jika dirunut Desember tahun lalu, pre-IPO GOTO telah mendapatkan dana senilai Rp 20 triliun atau Rp 377 per saham dan di bulan yang sama GOTO melakukan buyback senilai Rp 2 triliun atau Rp 378 per sahamnya. Dari hasil buyback inilah yang dijual sebagai greenshoe.

Praktisi Pasar modal Joelis Sinaga mengatakan menarik melihat selisih harga pre-IPO GOTO Rp 378 dengan harga IPO Rp 338 atau selisih Rp40. Menurutnya, konsorsium GOTO lebih solid dan hebat dalam bermanuver. Menurutnya, GOTO pasti akan kembali melewati harga IPO karena merka akan melakukan proses IPO di Amerika. Apalagi terdengar kabar bahwa GOTO lebih menginginkan dana besar di Amerika dibanding IPO di Indonesia yang hanya sebesar Rp 15,8 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia