Saham Unilever (UNVR) Naik di Tengah Crash IHSG, Bagaimana Prospeknya?
JAKARTA, Investor.id - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil menguat di tengah penurunan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (10/5). Harga saham UNVR naik Rp 360 (8,98%) menjadi Rp 4.370.
Tidak hanya itu, saham UNVR tercatat sebagai saham yang paling diminati oleh investor asing pada sesi I hari ini. Berdasarkan data, pemodal asing telah merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham UNVR sebanyak Rp 143,71 miliar, meskin investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham pada sesi I di BEI senilai Rp 1,6 triliun.
Lalu, bagaimana prospek saham Unilever yang memicu investor asing agresif beli saham ini? Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, peningkatan permintaan dan daya beli masyarakat menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan Unilever tahun 2022. Pergerakan harga saham perseroan juga bakal didukung rencana pembagian dividen yang akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) bulan depan.
Unilever Indonesia mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 5,4% menjadi Rp 10,8 triliun didukung peningkatan pendapatan bisnis Food and Refreshments (FNR) dan Home and Personal Care (HPC). Masing-masing bisnis tersebut mencatat pertumbuhan +8.2% dan +4%.
Sedangkan laba bersih perseroan melonjak 19% menjadi Rp 2 triliun pada kuartal I-2022. Angka tersebut telah merefleksikan 34% dari estimasi laba bersih perseroan yang ditetapkan BRI Danareksa Sekurtas.
“Di tengah kenaikan harga bahan baku dan kenaikan demand, kami mempertahankan rekomendasi beli saham untuk UNVR dengan target harga Rp 4.300,” tulis Natalia dalam risetnya.
Dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diproyeksikan berlanjut dari kuartal ke kuartal secara dengan peningkatan daya beli masyarakat. Sedangkan pertumbuhan keuntungan perseroan didukung berlanjutnya efisiensi dan pengendalian biaya.
Sedangkan rencana perseroan menggear rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 15 Juni 2022 juga diharapkan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham UNVR. Sentimen datang dari kemungkinan pembagian dividen yang bisa berimbas positif terhadap harga sahamnya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 6,01 triliun pada 2022, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 5,75 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi naik dari Rp 39,54 triliun menjadi Rp 41,18 triliun tahun ini.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






