Jumat, 15 Mei 2026

Saham Dua Emiten Konstruksi Ini Lagi Murah, Mau?

Penulis : Investor Daily
10 Mei 2022 | 13:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi proyek pembangunan gedung. (Foto: Ruht Semiono)
Ilustrasi proyek pembangunan gedung. (Foto: Ruht Semiono)

JAKARTA, investor.id – Beberapa saham LQ45 saat ini tergolong menarik, yang terlihat dari price to book value (PBV) di bawah 1 kali. Dari saham-saham unggulan tersebut, pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono merekomendasikan dua saham emiten BUMN konstruksi, yaitu PT PP Tbk (PTPP) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Menurut dia, PBV saham PTPP sekitar 0,53 kali, termurah di sektornya dan di bawah rata-rata PBV lima tahun terakhir.

“Murah bukan berarti fast profit ya. PBV murah tentu wajib didukung fundamental yang bagus. Pendapatan atau laba bersih yang mantap. Namun, kadang kurang didukung oleh sentimen, misalnya pandemi karena sektor bisnisnya kurang support,” papar Wahyu kepada Investor Daily.

ADVERTISEMENT

Meski tergolong memiliki likuiditas baik dan kapitalisasi pasar yang besar karena masuk indeks LQ45, saham PTPP terpantau cenderung turun sejak pertengahan 2016. Padahal, PTPP beroperasi di sektor yang prospektif, karena kegiatan konstruksi dan pembangunan akan selalu ada. “Tetapi tetap bergantung pada orientasi pemerintah terutama terkait anggaran infrastruktur,” imbuhnya.

Secara umum, kinerja keuangan PTPP juga terlihat membaik pada 2021. Perseroan mencatatkan laba bersih hingga Rp 266 miliar atau tumbuh 62,4% secara year on year (yoy). Pendapatan perseroan tumbuh 5,9% menjadi Rp 16,76 triliun.

Adapun tantangan PTPP adalah tekanan terhadap kinerja operasional dan kenaikan beban bunga. “Ini menjadi faktor pemberat kinerja PTPP pada kuartal IV-2021, dengan pendapatan turun 2,7% dan beban bunga naik 75,8%,” jelas Wahyu.

Meski demikian, menurut dia, pemodal bisa mempertimbangkan untuk membeli PTPP. “Dalam jangka menengah atau panjang, harga Rp 1.000 sangat wajar,” ungkapnya.

Selanjutnya saham WIKA. PBV BUMN karya ini sekitar 0,65 kali. Perseroan membukukan pertumbuhan kinerja keuangan dengan pendapatan naik 12,2% menjadi Rp 11,64 triliun pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya Rp 10,38 triliun. Laba bersih melonjak 109,1% menjadi Rp 105 miliar dari Rp 50 miliar.

Dibandingkan valuasi PTPP yang termurah di sektornya, saham WIKA sedikit di atas PTPP. “Secara teknikal juga hampir mirip. WIKA sedang membentuk pola triple bottom, yang bila mengalami rebound berpotensi naik signifikan dibandingkan PTPP yang naiknya bertahap,” jelas Wahyu, yang juga founder Traderindo.com.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika WIKA bisa lebih cepat naik dan melompat ke harga Rp 1.500, fase bearish pada saham tersebut akan usai. Setelah itu, WIKA bisa langsung menguji level tertinggi Rp 2.400-2.500. “Jika tembus Rp 2.500 artinya bullish, saham WIKA diperkirakan akan menguji level Rp 3.130 dan ATH (all time high) pada Rp 3.600,” ujarnya. (C02)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 16 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia