Jumat, 15 Mei 2026

Kimia Farma (KAEF) Tetapkan Dividen Rp 90 Miliar

Penulis : Muawwan Daelami
11 Mei 2022 | 18:59 WIB
BAGIKAN
Petugas menyiapkan sarana dan prasarana untuk menggelar Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu atau vaksinasi Covid-19 berbayar di Klinik Kimia Farma Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Petugas menyiapkan sarana dan prasarana untuk menggelar Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu atau vaksinasi Covid-19 berbayar di Klinik Kimia Farma Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

JAKARTA, Investor.id –  PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menetapkan dividen tahun buku 2021 senilai Rp 90,6 miliar atau setara 30% dari total laba bersih perseroan senilai Rp 302 miliar.

“Saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Rabu (11/5), telah disetujui penetapan penggunaan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dalam bentuk dividen sebesar 30% dari total laba, angkanya kurang lebih Rp 90,6 miliar,” jelas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Lina Sari dalam konferensi pers, Rabu (11/5).

Sedangkan sisa keuntungan senilai Rp 211,5 miliar atau setara 70% akan ditetapkan sebagai dana cadangan. Menurut Lina, jumlah dividen tersebut meningkat, dibandingkan dengan jumlah dividen yang dibagikan tahun 2020.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 2020, pembagian dividen memang terbilang lebih besar yaitu 40% dari laba bersih. Namun, dari nilai rupiah per sahamnya hanya sekitar satu koma sekian. Sedangkan penggunaan laba bersih di tahun 2021, meski jumlah persentasenya 30%, namun nilainya setara dengan Rp 19 per saham.

“Kami ingin membuktikan kepada para pemegang saham bahwa kami mampu beroperasi dan berkinerja dengan lebih baik sehingga bisa memberikan kontribusi positif tentunya bagi para pemegang saham dan stakeholder KAEF,” ujar Lina.

Dirut Baru

Selain dividen, RUPST tersebut menetapkan David Utama sebagai direktur utama menggantikan Verdi Budidarmo. Kemudian merestui perubahan nomenklatur dan perampingan jajaran dewan direksi dari semula beranggotakan 6 orang, menjadi 5 orang.

“Perubahan di struktur nomenklatur terjadi di Direktorat Marketing dan Product Development serta Direktorat Human Capital,” imbuh Lina.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia