Jumat, 15 Mei 2026

Kimia Farma (KAEF) Targetkan Pendapatan 2022 Tumbuh 11%

Penulis : Muawwan Daelami
11 Mei 2022 | 22:13 WIB
BAGIKAN
Kimia Farma. Foto: IST
Kimia Farma. Foto: IST

JAKARTA, investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan pendapatan tahun 2022 tumbuh 11% menjadi Rp 14,26 triliun dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 12,85 triliun.

"Target pertumbuhan kita rencanakan 11% di tahun 2022 dari sisi revenue," kata Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos dalam paparan publik perseroan, Rabu (11/5/2022).

Menurut Andi, target pertumbuhan pendapatan tersebut seiring adanya perbaikan-perbaikan kinerja yang terjadi di hampir semua industri farmasi akibat adanya perubahan-perubahan dari beberapa produk yang akan diserap pasar.

"Dengan demikian, KAEF juga akan melakukan hal yang sama. Kita sudah sampaikan beberapa antisipasi dan inovasi untuk meng-grab pendapatan di tahun ini karena pasti ada perubahan beberapa produk yang diserap pasar sehubungan dengan sudah turunnya Covid-19 di Indonesia," jelas Andi.

ADVERTISEMENT

Selain menargetkan pertumbuhan pendapatan 2022, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Kimia Farma Lina Sari juga mengatakan bahwa perseroan siap menjadi perusahaan global pada tahun 2025 dan perusahaan farmasi nomor satu di Indonesia serta memiliki 10 produk inovasi FMCG terbaik.

Adapun strategi yang disiapkan, lanjutnya, antara lain dengan mengembangkan dan mengakselerasi produk BBO sebagai salah satu ketahanan bahan baku nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Strategi selanjutnya, perseroan juga akan melakukan sertifikasi global standard qualification, prequalification WHO, dan melakukan strategi lean manufacture untuk mencapai optimalisasi serta efisiensi produksi.

Melalui strategi smart BBF, Lina berharap, servis level excellent dapat tercapai sehingga mampu meningkatkan daya saing perseroan sebagai distributor di level global.

Lebih lanjut, KAEF juga akan mengoptimalisasi online store farmasi serta mentransformasi klinik dan labortaorium klinik untuk mencapai personlize service excellent dan meningkatkan customer experience guna memudahkan kebutuhan pelanggan serta memiliki produk yang mampu memenangkan persaingan pasar dengan mempercepat inovasi produk baru melalui global partnership antara lain mengembangkan FMCG dan produk estetik.

Adapun perihal rencana strategis perseroan menjadi global company pada tahun 2025, Lina membeberkan, perseroan akan fokus menurunkan impor BBO sebesar 13,86% di tahun 2022 dengan memgoptimalisasi kualitas produksi serta komersialisasi produk dan menambah kapasitas BBO yang diharapkan pada tahun 2025 masuk ke pasar global yang bernilai tinggi dengan target penurunan impor BBO sebesar 22,5%.

Dari sisi manufaktur, pada tahun ini perseroan juga fokus pada strategi lean manufacture untuk optimalisasi dan efisiensi produksi serta terverifikasi prequalifikasi WHO sebagai perusahaan global di tahun 2025.

Dari sisi distribusi, pada tahun 2022 ini perseroan juga akan mengoptimlisasi channel distribusi, mengimplementasikan smart BBF di seluruh aktivitas distribusi untuk mendukung perseroan supaya berdaya saing global.

Sementara dari aspek healthcare, di tahun 2022 perseroan akan meningkatkan skala bisnis melalui omnichannel antara lain dengan rebranding ritel healthcare, digitalisasi, memperkuat klinik dan laboratorium klinik serta layanan homecare dan telemarketing untuk memberikan nilai tambah dan layanan kesehatan terbaik kepada pelanggan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia