Jumat, 15 Mei 2026

Target Harga Saham Saratoga (SRTG) Naik Berkat ADMR, MDKA, hingga TBIG

Penulis : Ghafur Fadillah
14 Mei 2022 | 11:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. (Sumber: Laporan tahunan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk)
Ilustrasi perusahaan. (Sumber: Laporan tahunan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk)

JAKARTA, investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menjanjikan prospek pertumbuhan yang apik, seiring ekspansi anorganik yang dilakukan perseroan pada tahun ini. Kinerja yang kuat tersebut mendorong analis menaikkan target harga saham SRTG.

Tim riset RHB Sekuritas mengungkapkan, pihaknya merekomendasikan beli saham SRTG dengan target harga baru, yakni Rp 4.100, naik dari sebelumnya Rp 3.600. “Kami masih merekomendasikan beli untuk SRTG, dengan prediksi perseroan dapat menghasilkan kinerja lebih tinggi pada 2022,” sebut tim riset RHB dalam risetnya.

Rekomendasi tersebut sejalan dengan potensi pertumbuhan bisnis anorganik yang besar. Pertama, kinerja perseroan akan ditopang oleh proyek smelter aluminium dari salah satu emiten tambang terbesar di Indonesia, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

ADVERTISEMENT

Kedua, aset nikel yang dimiliki oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Tak ketinggalan, perseroan juga berpeluang memperoleh pendapatan dari divestasi yang dilakukan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), yang berkontribusi hampir 90% dari nilai total aset Saratoga Investama Sedaya.

Secara rinci, RHB Sekuritas menyebutkan investasi senilai US$ 728 juta pada smelter aluminium yang dilakukan oleh ADMR tersebut seharusnya akan memenuhi permintaan aluminium yang ada. Permintaan dari produk ini terbilang tinggi, namun persediaan tidak mencukupi.

Dengan menggunakan penghitungan matriks dari perusahaan aluminium regional dan struktur pendanaan itu, RHB Sekuritas memproyeksikan proyek ini mampu berkontribusi sebanyak 10% pada Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA).

“Bersama dengan program pembelian kembali saham yakni US$ 280 juta pada Juni 2022, RHB Sekuritas mengantisipasi tingginya harga batu bara yang terus menjadi katalis positif pada harga saham ADRO,” jelas tim riset RHB.

Sementara itu, niat diversifikasi MDKA pada bisnis nikel akan dimudahkan dengan akuisisi Batutua Tambang Abadi pada Hamparan Logistik Nusantara (HLN), sebuah perusahaan holding pertambangan nikel dengan harga US$ 375 juta atau setara dengan Rp 5,4 triliun. Sebelumnya, HLN juga dibeli oleh J&P Indonesia (KPI) dan Jcorps Industri Mineral (JIM).

RHB Sekuritas percaya, langkah akuisisi dari MDKA ini akan menentukan arah bisnis perseroan pada sektor nikel ke depan dan menjadi sumber pendapatan tambahan. JPI saat ini memiliki 51% pada sumber daya nikel yang substansial dalam Kawasan Industri Konawe Indonesia atau IKIP. Sedangkan, JIM memiliki 32% saham dalam proyek yang sedang berlangsung.

“Tak ketinggalan, Saratoga juga memperkuat posisi pada sektor ESG dengan berinvestasi pada Aneka Gas Industri. RHB Sekuritas mengharapkan pertumbuhan yang lebih tinggi hasil dari sinergi perseroan dengan AGII yang menyuplai kebutuhan gas pada bisnis SRTG,” papar tim riset RHB Sekuritas.

SRTG juga memiliki banyak investasi di start-up, yakni Xurya, sebuah perusahaan pembiayaan panel surya, perusahaan pemberdaya solusi e-commerce yakni Sirclo, dan perusahaan teknologi asuransi, Fuse.

Hingga kuartal I-2022, Saratoga Investama Sedaya berhasil mencatat nilai aset bersih atau Net Asset Value (NAV) sebesar Rp 60,9 triliun pada kuartal I-2022, tumbuh 89% dibanding periode sama tahun lalu Rp 32,2 triliun, dan lebih tinggi dari NAV di akhir 2021 sebesar Rp 56,3 triliun. Saratoga juga mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp 3,6 triliun, melonjak 208% dari kuartal I-2021, di mana sebagian besar berasal dari kenaikan nilai portofolio yang belum direalisasikan.

Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaja menjelaskan, nilai pasar sejumlah portofolio investasi perseroan terus melanjutkan penguatan seperti yang terjadi sejak semester II-2021. Kenaikan harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi katalis utama peningkatan NAV perseroan di kuartal I tahun ini.

“Pada kuartal I-2022, Saratoga memperoleh pendapatan dividen sebesar Rp 141 miliar dari PT Provident Agro Tbk (PALM) dan Deltomed. Kinerja positif perseroan di awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi investasi Saratoga di sektor-sektor kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat optimal,” tutur Michael.

Michael mengungkapkan, memasuki 2022, kondisi perekonomian masih menghadapi beragam tantangan. Pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya tuntas dan gejolak harga energi telah mendorong naiknya inflasi di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga terus mencermati situasi yang terjadi, mengingat tren kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan inflasi di dalam negeri juga terus meningkat.

“Salah satu prioritas utama Saratoga saat ini adalah memastikan bahwa setiap sumber daya perseroan dialokasikan secara efisien dan efektif untuk mendukung strategi bisnis kami. Saratoga berusaha menjaga rasio biaya dan utang pada tingkat yang sehat, di mana kami mencatatkan biaya operasional tahunan terhadap NAV sebesar 0,3% dan nilai pinjaman bersih sebesar 4,7% dari NAV,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia