Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan usaha pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM). (Foto: Perseroan)

Kegiatan usaha pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM). (Foto: Perseroan)

Harum Energy (HRUM) akan Stock Split 1:5

Minggu, 15 Mei 2022 | 11:04 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Nilai nominal saham perseroan yang kini Rp 100 bakal menjadi Rp 20.

Harum Energy telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Mei 2022 untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut.

“Kuorum kehadiran dari para pemegang saham atau kuasanya dari total keseluruhan saham perseroan, setelah dikurangi jumlah saham treasuri sebanyak 71.982.800 saham, yaitu sebesar 84,72%. Hasil pemungutan suara 99,99% setuju,” ungkap Direktur Utama Harum Energy Ray A Gunara dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Anak Usaha Harum Energy (HRUM) Beli Saham Pemilik Smelter di Weda Bay US$ 75 Juta

Sebelumnya, Ray juga menyampaikan bahwa HRUM melalui anak usahanya, PT Harum Nickel Industry (HNI), mengambil bagian atas 250.000 saham baru PT Westrong Metal Industry (WMI). Jumlah itu mewakili 20% dari total modal ditempatkan dan disetor WMI dengan harga pembelian US$ 75 juta.

Menurut Ray, WMI adalah perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang pemurnian nikel (smelter). “Smelter milik WMI yang menggunakan teknologi rotary klin electric furnace (RKEF) direncanakan akan mulai dibangun pada tahun ini berikut infrastrukturnya di dalam wilayah Kawasan Industri Weda Bay (Indonesia Weda Bay Industrial Park) di Kabupaten Halmahera Tengah,” terang dia.

Baca juga: Terungkap, Rincian dari Ambisi Besar Indika Energy (INDY)

Kapasitas produksi tahunannya, lanjut dia, antara 44.000-56.000 ton nikel dalam bentuk ferronickel/nickel pig iron. “Tujuan dari transaksi yang dilakukan perseroan adalah untuk lebih mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha perseroan ke industri nikel yang merupakan realisasi dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang perseroan,” ujar Ray.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN