Jumat, 15 Mei 2026

Punya Bisnis Baru, Bank Jago Bakal Gandeng Start-up Otomotif

Investor.id
17 Mei 2022 | 14:34 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Di tengah penurunan harga saham, PT Bank Jago Tbk dikabarkan memiliki strategi bisnis baru untuk meningkatkan penetrasi kredit.

Informasi yang beredar di pasar modal, bank digital pertama di Indonesia akan menggandeng sebuah ekosistem baru dalam memperluas kredit pada segmen otomotif.

“Bank Jago sudah menjalin komunikasi yang intensif dengan ekosistem otomotif ini. Mereka segera signing kerja sama dalam bisnis baru ini,” ujar seorang eksekutif yang enggan diungkapkan identitasnya. 

ADVERTISEMENT

Dia pun belum mau membeberkan nama mitra baru dari Bank Jago, meski memberikan petunjuk bahwa institusi ini merupakan salah satu startup otomotif terbesar di Asia Tenggara. “Tunggu saja, dalam hitungan hari bakal ada informasi mengenai hal ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Jago aktif melakukan kerja sama pembiayaan atau partnership lending dengan sejumlah fintech, lembaga keuangan, dan startup. Totalnya ada 32 institusi yang bekerja sama dengan Bank Jago dan sebagian besar di antaranya adalah kerja sama pembiayaan.

Berkat business model ini, kredit Bank Jago melesat 376% dalam setahun terakhir menjadi Rp6,14 triliun pada akhir kuartal I/2022.

Pada kesempatan yang berbeda, Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth mengatakan Bank Jago memiliki sejumlah faktor pendongkrak kinerja keuangan ke depan. Pertumbuhan datang dari kemitraan dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan didukung manajemen yang solid.
Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth mengatkaan, masuknya Bank Jago dalam kemitraan maupun ekosistem dengan GoTo Gojek Tokopedia akan memberikan manfaat paling besar bagi perseroan. 
“Bank Jago akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan. Di antaranya, akuisisi pengguna yang lebih efisien dan pendekatan consumer centric yang lebih baik,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Jika semua pengguna GOTO menjadi pengguna Bank Jago,  dia mengatakan, harga saham ARTO saat ini akan menyiratkan EV/user sebesar Rp  2 juta, masih jauh lebih rendah dari EV/user rata-rata bank digital di negara-negara dengan penetrasi smartphone di bawah 70%. Dengan demikian besar potensi bagi Bank Jago untuk mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 123% tahun 2022 dan mencapai 109% pada 2023. 

Selain faktor tersebut, Paula mengatakan, Bank Jago merupakan pilihan yang menarik bagi investor yang mencari emiten teknologi dengan ekosistem yang kuat dan telah mencetak keuntungan. “Kami memperkirakan ARTO akan tetap membukukan bottom-line (inti) yang positif di masa mendatang setelah mencetak laba pertama kalinya tahun 2021. Laba inti perseroan tahun ini diprediksi naik 11%,” tulisnya.

Pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan, ungkap dia, didukung potensi pasar bank digital yang masih besar di Indonesia ke depan. Hal ini membuat pertumbuhan pengguna bank digital perseroan diperkirakan mencapai 214% tahun ini dan diharapkan kembali naik sebanyak 73% pada 2023.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 10.100. Target harga ini mengasumsikan EV/user Rp 8 juta atau 40% di bawah rata-rata bank digital global.
“Kami melihat saham ARTO masih menjanjikan mengingat potensi manfaat jangka panjang dari bank digital dalam mengatasi kurangnya akses ke layanan perbankan atau sejenisnya bagi 51% masyarakat Indonesia,” tulisnya.

Sedangkan dalam jangka pendek, dia mengatakan, harga saham ARTO diproyeksikan bergerak volatil, di tengah kekehawatiran penurunan minat investor terhadap emiten teknologi dengan valuasi premium setelah pengumuman kenaikan suku bunga Fed di awal Mei.
Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Bank Jago menjadi Rp 129 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2021 senilai Rp 11 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan juga diharapkan melonjak menjadi Rp 1,33 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 590 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia