Jumat, 15 Mei 2026

Mulai Penawaran Umum Hari Ini, Cilacap Samudera (ASHA) Tetapkan Harga Rp 100

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Mei 2022 | 07:13 WIB
BAGIKAN
PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (Foto: Perseroan)
PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) memulai penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 19-24 Mei 2022. Perusahaan pengekspor ikan itu menetapkan harga IPO Rp 100 per saham.

Perseroan melepas sebanyak 1,25 miliar saham biasa atas nama yang merupakan saham baru yang berasal dari portepel atau sebanyak 25% dari modal yang telah di tempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum yang merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp 20 setiap saham.

Nilai dari penawaran umum secara keseluruhan sebesar Rp 125 miliar. Penjamin pelaksana emisi efeknya ialah PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia dan PT KGI Sekuritas Indonesia.

ADVERTISEMENT

Perseroan adalah perusahaan terbatas yang bergerak di bidang perikanan, pengolahan ikan, pertambakan, galangan kapal, dan hasil ikan lautnya, serta memperdagangkan hasil tersebut khususnya untuk komoditas ekspor. Produk bahan baku perikanan perseroan berasal dari hasil tangkapan kapal sendiri dan juga berasal dari pembelian dari penyuplai atau pihak ketiga. Sampai dengan prospektusnya diterbitkan, bidang usaha yang sedang dijalankan perseroan adalah perdagangan besar hasil perikanan dan juga aktivitas cold storage.

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan dipergunakan sebesar Rp 75 miliar untuk modal kerja perseroan guna pembelian persediaan ikan.

Selain itu, sebesar Rp 28 miliar akan digunakan perseroan untuk pembelian 99,97% saham PT Jembatan Lintas Global (JLG) yang bergerak dalam bidang perikanan. Perseroan telah melakukan perjanjian pengikatan jual beli (PJBB) tanggal 6 November 2021 dan diubah dengan addendum tanggal 17 Desember 2021 antara perseroan selaku pembeli dengan pemegang saham JLG, yaitu Ervin Sutioso dan Andi Soegiarto selaku penjual. Rencana pengambilalihan 99,97% saham JLG merupakan transaksi afiliasi karena terdapat kesamaan pemegang saham perseroan dengan pemegang saham JLG.

Sisa dana lainnya dari IPO akan digunakan sebagai modal kerja perseroan yang digunakan untuk biaya operasional kantor dan biaya operasional kapal.

Adapun susunan pemegang saham ASHA sebelum IPO adalah PT Asha Fortuna Corpora 40%, PT Mestika Arta Dirga 20%, PT Inti Sukses International 20%, Erlin Sutioso 10%, Ervin Sutioso 10%.

Berikut jadwal lengkap IPO ASHA:

Tanggal efektif: 18 Mei 2022

Masa penawaran umum: 19 -24 Mei 2022

Tanggal penjatahan: 24 Mei 2022

Tanggal distribusi saham secara elektronik: 25 Mei 2022

Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 27 Mei 2022

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 26 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia