Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BNI Sekuritas: IHSG Rawan Profit Taking, Cermati Saham Pilihan Ini

Kamis, 19 Mei 2022 | 08:28 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — BNI Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi rawan profit taking pada perdagangan Kamis (19/5/2022). Setelah pada perdagangan kemarin indeks ditutup menguat pada level 6.793.41.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal IHSG berpeluang profit taking, selama di bawah 6.816 dan candle three white soldier.

Trend bearish selama di bawah 6.902, berpeluang rawan profit taking. Meski masih bertahan di atas 200 day MA (6.596). Indikator MACD Bearish, Stochastic Golden Cross & dominan sell power. Selama di bawah 6.902, berpeluang menuju 6.584 DONE/6.477/6.279,” ujar Andri dalam risetnya, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Saham Pilihan untuk Trading 19 Mei dan Target Harganya

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di level 6.816/6.886/6.909/6.986, sedangkan level support berada di 6.744/6.672/6.629/6.512, dengan perkiraan range 6.600 - 6.880.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan 3,57%, S&P 500 terkoreksi tajam 4,04% bahkan indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan yang lebih dalam sebesar 4,73%.

“Penurunan tajam tersebut akibat sentiment negatif dari laporan kinerja beberapa retailer utama yang mengecewakan. Inflasi memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan,” jelas Maxi.

Sebagai informasi, bursa Asia Pasifik berpotensi untuk terkoreksi pada hari ini seiring dengan koreksi tajam yang dibukukan bursa Amerika Serikat semalam.

Baca juga:  Melesat 455%, BEI Suspend Kembali Saham Trisula (BELL) 

Seiring dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Saham BMRI direkomendasikan trading sell dengan target 7.725/7.500 stop di atas 8.050. Saham MDKA direkomendasikan buy on support dengan target 4.850/4.980 stop di bawah 4.420.

Kemudian, investor dapat melakukan aksi buy pada saham KLBF di atas 1.625 dengan target 1.670/1.700 stop loss di bawah 1.550. Sementara saham TBIG direkomendasikan trading buy dengan target 2.930/2.950 stop loss di bawah 2.800.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN