Jumat, 15 Mei 2026

BNI Sekuritas: IHSG Rawan Profit Taking, Cermati Saham Pilihan Ini

Penulis : Indah Handayani
19 Mei 2022 | 08:28 WIB
BAGIKAN
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id — BNI Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi rawan profit taking pada perdagangan Kamis (19/5/2022). Setelah pada perdagangan kemarin indeks ditutup menguat pada level 6.793.41.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal IHSG berpeluang profit taking, selama di bawah 6.816 dan candle three white soldier.

Trend bearish selama di bawah 6.902, berpeluang rawan profit taking. Meski masih bertahan di atas 200 day MA (6.596). Indikator MACD Bearish, Stochastic Golden Cross & dominan sell power. Selama di bawah 6.902, berpeluang menuju 6.584 DONE/6.477/6.279,” ujar Andri dalam risetnya, Kamis (19/5/2022).

ADVERTISEMENT

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di level 6.816/6.886/6.909/6.986, sedangkan level support berada di 6.744/6.672/6.629/6.512, dengan perkiraan range 6.600 - 6.880.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan 3,57%, S&P 500 terkoreksi tajam 4,04% bahkan indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan yang lebih dalam sebesar 4,73%.

“Penurunan tajam tersebut akibat sentiment negatif dari laporan kinerja beberapa retailer utama yang mengecewakan. Inflasi memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan,” jelas Maxi.

Sebagai informasi, bursa Asia Pasifik berpotensi untuk terkoreksi pada hari ini seiring dengan koreksi tajam yang dibukukan bursa Amerika Serikat semalam.

Seiring dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Saham BMRI direkomendasikan trading sell dengan target 7.725/7.500 stop di atas 8.050. Saham MDKA direkomendasikan buy on support dengan target 4.850/4.980 stop di bawah 4.420.

Kemudian, investor dapat melakukan aksi buy pada saham KLBF di atas 1.625 dengan target 1.670/1.700 stop loss di bawah 1.550. Sementara saham TBIG direkomendasikan trading buy dengan target 2.930/2.950 stop loss di bawah 2.800.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia