Reliance Sekuritas: IHSG Bakal Bergerak di Zona Merah, Ada 10 Saham Berpotensi Naik
JAKARTA, investor.id – Reliance Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (19/5/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang 6.720-6.810.
Reliance Sekuritas menilai, pergerakan IHSG akan mengikuti pergerakan yang terjadi pada bursa regional dan sentiment global yang akan membayangi IHSG pada hari ini. Sementara investor dari dalam negeri masih menunggu data car sales pada hari ini. “IHSG akan bergerak di rentang 6720 – 6810 pada perdagangan hari ini,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Kamis (19/5/2022).
IHSG di perdagangkan di zona hijau pada perdagangan kemarin dan ditutup menguat di level 6.793,41 (+2,24%). Penguatan di dorong oleh saham GOTO yang mengalami kenaikan 24% dan saham-saham bank besar. Penguatan bursa didorong oleh beberapa sektor seperti technology (+5,57%), sektor consumer non-cyclical (+1,41%). Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 51.22 milliar , dengan saham-saham yang paling banyak dijual adalah MDKA, PTBA, BBHI.
Secara teknikal, IHSG memiliki peluang untuk rebound setelah berhasil membentuk support baru dan berhasil break di MA 5, indicator stochastic juga telah golden cross dan mengarah keatas. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu BABP, BPTR, NASI, PANR, YELO, INTP, MDKA, UNVR, BFIN, KAEF,” tambah Reliance Sekuritas.
Dari bursa AS pada pagi hari ini, ditutup tertekan tajam di zona merah. Pelemahahan bursa AS didorong oleh sentiment rilisnya laporan keuangan kuartal I-2022 emiten sektor retail yang mengecewakan hal ini dampak dari inflasi di AS yang menurunkan daya beli konsumen dan meningkatkan cost perusahaan karena naiknya bahan bakar untuk pengiriman.
Sedangkan bursa Asia pada pagi hari ini sudah diperdagangkan di zona merah, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei melemah 2,34%, dan indeks Kospi melemah 1,84%. Meskipun sentiment negative kembali datang dari Jepang setelah rilis data GDP Q1 -0.2% QoQ, kali ini adanya rilis neraca dagang di Jepang yang kembali mengalami defisit 839,2 miliar Yen Jepang, namun hal ini masih lebih baik dari konsensus pasar yang diperkirakan defisit 1.150 milliar Yen Jepang.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






