Bank Jago (ARTO)-Carsome Indonesia Jalin Kolaborasi Pembiayaan
JAKARTA, investor.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) melakukan kolaborasi dengan platform e-commerce jual beli mobil bekas PT Carsome Indonesia. Dalam kolaborasi ini Bank Jago menyalurkan kredit modal kerja kepada Carsome Indonesia.
CEO Carsome Indonesia Andrew Mawikere mengatakan bahwa di tengah meningkatnya jumlah orang yang melihat kendaraan pribadi sebagai moda transportasi teraman saat pandemi Covid-19, mobil bekas menawarkan kelebihan dari sisi keterjangkauan harga dan ketersediaan dan variasi unit.
“Kami menyambut baik kerja sama strategis dengan Bank Jago sejalan dengan upaya kami memperluas cakupan bisnis dan layanan Carsome hingga seluruh Indonesia dan menciptakan ekosistem kepemilikan mobil secara menyeluruh di Asia Tenggara. Melalui kerja sama Bank Jago dengan Carsome, kami berharap dapat membuka lebih banyak nilai tambah dan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memberikan layanan dan pengalaman terbaik bagi nasabah di Indonesia,” ujar Andrew dalam keterangan resmi, Jumat (20/5/2022).
Direktur Bank Jago Sonny Christian Joseph mengatakan penyaluran kredit modal kerja ini diharapkan dapat mendukung bisnis Carsome Indonesia yang fokus kepada transaksi jual beli mobil bekas online.
“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Kami tentu berharap kerja sama ini dapat mempercepat perkembangan usaha Bank Jago ke depan dengan tetap menjaga risiko yang terkendali,” tuturnya.
Sonny menambahkan bahwa kolaborasi Bank Jago dan Carsome merupakan tahap awal karena Bank Jago sedang merencanakan berbagai kolaborasi lain dengan ekosistem digital Carsome Indonesia. Beberapa rencana yang disiapkan adalah kolaborasi pembiayaan dealer mobil bekas yang tergabung dalam ekosistem Carsome Indonesia serta kolaborasi pembiayaan kepada pembeli mobil bekas (end user) di platform e-commerce Carsome Indonesia.
Sampai dengan Maret 2022, Bank Jago telah menjalin kolaborasi dengan lebih dari 32 institusi. Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan adalah partnership lending dengan fintech lending, multifinance, dan institusi keuangan digital lainnya.
Partnership lending ini mendorong kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago tumbuh 376% dalam setahun hingga mencapai Rp6,14 triliun pada akhir kuartal I-2022. Pola partnership lending ini memampukan Bank Jago untuk ekspansif tetapi tetap menjaga risiko yang terkendali. Hal ini tercermin pada rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross terjaga di level 1,5% dan NPL nett berada di level 0,4% pada akhir kuartal I-2022.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


