Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Foto: Perseroan.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Foto: Perseroan.

Bank Neo (BBYB) Tumbuh Paling Cepat, Sahamnya bakal Ngebut?

Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:15 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) adalah salah satu bank digital dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Dengan target penyaluran pinjaman Rp 10-12 triliun dan rights issue pada tahun ini, prospek Bank Neo Commerce makin menjanjikan.

Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengungkapkan, pihaknya merekomendasikan beli untuk saham BBYB dengan valuasi gabungan per pengguna dan target harga saham Rp 3.100 berbasis GGM.

Pada perdagangan di BEI, Jumat (20/5/2022), BBYB ditutup menguat Rp 35 (2,5%) ke level Rp 1.390. Dengan demikian, BBYB masih berpotensi mencetak gain sebesar 123%.

Baca juga: Pendapatan Bank Neo Commerce (BBYB) Melonjak 204% 

“Target harga kami menyiratkan P/BV 4,1-4,7 kali untuk proyeksi 2022-2023. Mengingat basis pelanggan Bank Neo Commerce yang besar, bank ini seharusnya lebih mudah memonetisasi pinjaman digital dibandingkan kompetitornya,” tulis Ryan dalam risetnya.     

Analisis ini terkait rencana Bank Neo Commerce untuk meluncurkan unit pinjaman digital dan mendistribusikan pinjaman Rp 10-12 triliun pada 2022, jauh lebih besar dibanding total pinjaman per Desember 2021 yakni Rp 4,3 triliun. Total simpanan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun terakhir, dengan simpanan digital menyumbang 53% dari total.

“Adapun risiko utama adalah inflasi yang dapat mengurangi permintaan pinjaman dan rasio kredit bermasalah (NPL) dari pinjaman digital yang meningkat,” jelas dia.

Baca juga: Akulaku Terus-terusan Beli Saham Bank Neo (BBYB), Ada Apa Yah?

Ryan memaparkan, sebagai bank digital dengan pertumbuhan tercepat di negara ini, BBYB memiliki aplikasi perbankan digital yang paling banyak diunduh di Indonesia, Neo+, yang melampaui 20 juta pengguna sejak diluncurkan pada Maret 2021.

Neo+ memiliki 15,8 juta pengguna terdaftar pada Februari, dengan 8,5 juta akun telah didanai. “Banyaknya pengguna aktif dan funded ini seharusnya memudahkan BBYB untuk mendapatkan nasabah pinjaman digital,” ungkap dia.

Tahun ini, BBYB juga membidik pertumbuhan simpanan yang cepat. Strategi awal BBYB adalah menjaring nasabah dengan memikat mereka melalui suku bunga deposito yang menarik. Hal ini menyebabkan jumlah simpanan yang naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 8,8 triliun per Januari 2022 dibanding Januari 2021 yang sebesar Rp 3,8 triliun, dengan setoran digital menyumbang 53% dari total.

Sementara itu, biaya akuisisi nasabah bank tetap lebih rendah dari rata-rata pasar, yaitu pada US$ 4-5 per pengguna (vs pasar US$ 7-10), meskipun strategi pemasarannya agresif. “Tahun ini, strategi pertumbuhannya lebih terarah dan fokus pada peningkatan simpanan dari nasabah yang sudah ada, sambil juga meningkatkan volume transaksi bulanannya,” jelas Ryan.

Baca juga: Target Harga Saham Fantastis, Se-prospektif Apa WIR Asia (WIRG)?

Pada bulan Mei ini, menurut dia, BBYB siap meluncurkan Neo-loan dengan target penyaluran pinjaman senilai Rp10-12 triliun sepanjang 2022. Mayoritas pinjaman tersebut dibidik berasal dari pinjaman digital.

BBYB secara bertahap akan mengurangi eksposur pinjaman pensiun konvensional, dan menyalurkan pinjaman ke perusahaan fintech, serta melalui pinjaman digital.

Pada November 2021, lanjut Ryan, BBYB bekerja sama dengan Akulaku untuk meluncurkan produk pinjaman digital pertamanya, DanaCicil, yang merupakan program cicilan tunai. Pinjaman digital yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi ini diperkirakan mencapai 40-50% dari pencairan pinjaman.

Baca juga: Cara John Riady Dorong Transformasi Bisnis Lippo di Tengah Arus Digitalisasi

Selain itu, Ryan mengungkapkan, rencana rights issue untuk menambah modal dan mitra strategis baru bakal mendongkrak kinerja BBYB tahun ini. BBYB mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menerbitkan hingga 5 miliar saham baru atau setara 53% melalui penawaran umum terbatas pada bulan Mei.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat modal inti, menyalurkan kredit, dan kegiatan operasional lainnya. Akulaku sebagai pemegang saham perseroan, secara bertahap meningkatkan kepemilikannya di BBYB saat rights issue semakin dekat.

“Selama pertemuan kami, manajemen mengatakan bahwa hanya 10% dari pengguna Neo+ adalah klien Akulaku. Pada tahun 2022, bisnis berencana untuk menambah 15 juta pelanggan lagi, dan meningkatkan keterikatan konsumen dengan layanan tambahan,” sebut Ryan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN