Jumat, 15 Mei 2026

Seru! Manajemen Bukit Asam (PTBA) Usul Dividen 50%, Pemegang Saham Minta 100%, Tok...

Penulis : Lona Olavia
24 Mei 2022 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di salah satu proyek PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Perseroan)
Kegiatan di salah satu proyek PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten tambang batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan seluruh laba yang diperoleh sepanjang 2021 sebagai dividen. PTBA sepanjang 2021 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,91 triliun, atau naik 231% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,39 triliun.

Oops, namun keputusan pembagian dividen hingga 100% ini ternyata bukan sepenuhnya mutlak dari keinginan manajemen perseroan, melainkan dari pemegang saham utama yakni PT Inalum. Pasalnya, pada mulanya Bukit Asam hanya mengajukan dividen sebesar 50% atau Rp 3,95 triliun sebagai dividen, kemudian 50% atau Rp 3,95 triliun sisanya lagi sebagai saldo laba.

Dengan berbagai pertimbangan dan arus kas yang ada di PTBA relatif cukup besar sampai akhir tahun kemarin, sekitar Rp 13 triliun, maka keinginan itupun dikabulkan.

ADVERTISEMENT

“Kalau ini kami bagikan 100% Rp 7,9 triliun dari seluruh laba 2021 tidak akan ganggu kondisi cash karena relatif untuk pengembangan PTBA ke depan msh tersedia dana yang free cash dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu, kami direksi sepakat permintaan pemegang saham beri dividen 100% dapat disetujui,” ungkap Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail usai RUPST perseroan, Selasa (24/5/2022).

Dengan demikian, dengan jumlah outstanding shares sebanyak 11,27 miliar lembar per 31 Desember 2021, maka dividen per saham sebesar Rp 701,91. Di mana, dividen yield sebesar 17,12% jika menggunakan harga penutupan Senin (23/5/2022) kemarin.

Adapun, pendapatan usaha pada 2021 mencapai Rp 29,26 triliun atau naik sebesar 69% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 17,33 triliun. Dengan pencapaian tersebut perseroan juga mencatat kenaikan total aset ini sebesar 50% dari sebelumnya Rp 24,06 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp 36,12 triliun per 31 Desember 2021.

"Pencapaian yang kami raih didukung oleh kinerja operasional yang solid di sepanjang 2021 ini seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun nasional yang mendorong naiknya permintaan atas batu bara. Momentum kenaikan harga komoditas batu bara global yang cukup juga turut mendorong pencapaian ini," kata Arsal.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia