Kamis, 14 Mei 2026

Kinerja Diprediksi Tumbuh Pesat, Bank Neo (BBYB) Kembali Undur Rights Issue

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Mei 2022 | 08:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bank Neo Commerce. (ist)
Ilustrasi Bank Neo Commerce. (ist)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) kembali memundurkan jadwal penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dari kuartal II menjadi kuartal IV-2022. Penundaan dipicu atas kondisi pasar saham global dan dalam negeri yang cenderung berfluktuasi dalam beberap bulan terakhir.

Bank Neo Commerce (BNC) sebelumnya telah memundurkan jadwal penawaran umum terbatas (PUT) IV tersebut dari rencana semula kuartal I-2022 menjadi kuartal II-2022 dan kembali diundur menjadi kuartal IV-2022. Aksi korporasi ini ditargetkan menggalang dana senilai Rp 5 triliun.

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengatakan, pemundurkan jadwal rights issue tersebut mempertimbangkan kondisi perekonomian global belakangan ini dan imbasannya ke kondisi pasar saham di dalam negeri, sehingga BNC memutuskan untuk memundurkan jadwal pelaksanaan right issue menjadi akhir tahun ini.

ADVERTISEMENT

“Pertimbangan BNC memundurkan rencana right issue tersebut bukanlah tanpa alasan. Seperti diketahui banyak pihak, kondisi perekonomian global masih memiliki volatilitas dan mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Ada beberapa risiko bagi perekonomian yang menjadi perhitungan pelaku bisnis di Indonesia, seperti perang Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan dan kebijakan Fed yang lebih hawkish di suku bunga,” ujarnya melalui penjelasan resmi di Jakarta, Rabu (25/5).

Meski demikian, Tjandra mengatakan, BNC tetap optimistis keadaan perekonomian akan semakin membaik pada semester dua tahun ini, seiring dengan semakin terbukanya akses dan mobilitas masyarakat pasca pandemi.

“Kami yakin bahwa kinerja tahun ini akan lebih cemerlang. Sama cemerlangnya atau bahkan lebih baik dari pencapaian tahun lalu. Kami juga yakin right issue yang akan dijalankan di kuartal IV-2022 bakal diserap pasar dengan baik dan membuat kami memiliki skala ekspansi usaha yang semakin bertumbuh dan semakin besar lagi,” jelas Tjandra.

Tahun ini, Tjandra mengungkapkan, BNC fokus mengeksekusi agenda kerja dengan terus mengembangkan dan melengkapi fitur dan layanan BNC ke nasabah. Dalam waktu dekat, fitur dan layanan perbankan BNC akan lebih lengkap dengan adanya QRIS dan corporate internet banking yang telah mendapatkan persetujuan OJK. “Khusus untuk QRIS, fitur ini akan sepenuhnya siap diimplementasikan pada Juli yang akan datang,” jelas Tjandra.

Hingga kuartal I-2022, BNC telah mencatatkan sebanyak 17 juta pengguna teregistrasi dalam satu tahun beroperasi. Hal ini sejalan dengan peningkatan volume transaksi yang signifikan sebesar 88% menjadi 76 juta transaksi, dibandingkan kuartal sebelumnya.

BNC juga berhasil mencetak kenaikan pendapatan bunga bersih yang signifikan sekitar 214,3% menjadi Rp 198 miliar, dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp 63 miliar. BNC mencatat kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 121,4% yoy dari Rp 4,2 triliun menjadi Rp 9,3 triliun. DPK terbanyak berasal dari deposito online melalui aplikasi Neobank. Aset perseroan naik sebesar 119,3% dari Rp 5,7 triliun menjadi Rp 12,5 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia