Kinerja Diprediksi Tumbuh Pesat, Bank Neo (BBYB) Kembali Undur Rights Issue
JAKARTA, Investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) kembali memundurkan jadwal penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dari kuartal II menjadi kuartal IV-2022. Penundaan dipicu atas kondisi pasar saham global dan dalam negeri yang cenderung berfluktuasi dalam beberap bulan terakhir.
Bank Neo Commerce (BNC) sebelumnya telah memundurkan jadwal penawaran umum terbatas (PUT) IV tersebut dari rencana semula kuartal I-2022 menjadi kuartal II-2022 dan kembali diundur menjadi kuartal IV-2022. Aksi korporasi ini ditargetkan menggalang dana senilai Rp 5 triliun.
Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengatakan, pemundurkan jadwal rights issue tersebut mempertimbangkan kondisi perekonomian global belakangan ini dan imbasannya ke kondisi pasar saham di dalam negeri, sehingga BNC memutuskan untuk memundurkan jadwal pelaksanaan right issue menjadi akhir tahun ini.
“Pertimbangan BNC memundurkan rencana right issue tersebut bukanlah tanpa alasan. Seperti diketahui banyak pihak, kondisi perekonomian global masih memiliki volatilitas dan mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Ada beberapa risiko bagi perekonomian yang menjadi perhitungan pelaku bisnis di Indonesia, seperti perang Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan dan kebijakan Fed yang lebih hawkish di suku bunga,” ujarnya melalui penjelasan resmi di Jakarta, Rabu (25/5).
Meski demikian, Tjandra mengatakan, BNC tetap optimistis keadaan perekonomian akan semakin membaik pada semester dua tahun ini, seiring dengan semakin terbukanya akses dan mobilitas masyarakat pasca pandemi.
“Kami yakin bahwa kinerja tahun ini akan lebih cemerlang. Sama cemerlangnya atau bahkan lebih baik dari pencapaian tahun lalu. Kami juga yakin right issue yang akan dijalankan di kuartal IV-2022 bakal diserap pasar dengan baik dan membuat kami memiliki skala ekspansi usaha yang semakin bertumbuh dan semakin besar lagi,” jelas Tjandra.
Tahun ini, Tjandra mengungkapkan, BNC fokus mengeksekusi agenda kerja dengan terus mengembangkan dan melengkapi fitur dan layanan BNC ke nasabah. Dalam waktu dekat, fitur dan layanan perbankan BNC akan lebih lengkap dengan adanya QRIS dan corporate internet banking yang telah mendapatkan persetujuan OJK. “Khusus untuk QRIS, fitur ini akan sepenuhnya siap diimplementasikan pada Juli yang akan datang,” jelas Tjandra.
Hingga kuartal I-2022, BNC telah mencatatkan sebanyak 17 juta pengguna teregistrasi dalam satu tahun beroperasi. Hal ini sejalan dengan peningkatan volume transaksi yang signifikan sebesar 88% menjadi 76 juta transaksi, dibandingkan kuartal sebelumnya.
BNC juga berhasil mencetak kenaikan pendapatan bunga bersih yang signifikan sekitar 214,3% menjadi Rp 198 miliar, dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp 63 miliar. BNC mencatat kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 121,4% yoy dari Rp 4,2 triliun menjadi Rp 9,3 triliun. DPK terbanyak berasal dari deposito online melalui aplikasi Neobank. Aset perseroan naik sebesar 119,3% dari Rp 5,7 triliun menjadi Rp 12,5 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler





