Jumat, 15 Mei 2026

Bos GOTO: Ada Momentum Menuju Profitabilitas

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Mei 2022 | 19:33 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor. id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menargetkan pada kuartal II-2022, perseroan bakal meraih nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) berkisar Rp 140-150 triliun.

Sedangkan, untuk pendapatan bruto, GOTO memperkirakan bakal mencatatkan angka Rp 5,3-5,6 triliun pada kuartal II-2022.

“Untuk kuartal II-2022, guidance kami untuk GTV akan berada di 142 triliun sampai 150 triliun, kira-kira range-nya di sekitar situ dan juga untuk gross revenue atau pendapatan bruto akan berada di antara 5,3 triliun sampai 5,6 triliun,” kata CEO GoTo Andre Soelistyo dalam konferensi pers kinerja keuangan dan operasional GoTo, Senin (30/5/2022).

ADVERTISEMENT

Andre menjelaskan, momentum dari monetisasi platform dari GOTO sudah sangat berkembang dengan baik di kuartal I-2022. Pihaknya menaksir bahwa momentum tersebut akan berlanjut di kuartal-kuartal ke depan.

“Dan juga memontum dari hasil investasi dari sinergi kami untuk memperkuat efisieni dari biaya dan juga effort yang dilakukan tim kami untuk efisiensi biaya opersional akan terus berlanjut dan dengan sendirinya percepatan untuk jalur menuju profitabilitas akan menjadi fokus dari tim kami dan juga  momentumnya sudah bisa terlihat di kuartal I dan kami kira akan terus berkembang di kuartal-kuartal sesudahnya,” imbuh Andre.

Adapun, pada kuartal I-2022, GOTO mencatatkan GTV senilai Rp 140 triliun pada kuartal I-2022. Angka itu meningkat 46% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, GoTo juga membukukan pertumbuhan pendapatan bruto sebesar Rp 5 triliun pada kuartal I-2022 atau meningkat 53% daripada kuartal I-2021.

Sementara, dalam laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi, dicatatkan bahwa pendapatan bersih GOTO pada kuartal I-2022 adalah Rp 1,49 triliun dengan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah Rp 6,47 triliun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia