Jumat, 15 Mei 2026

Prediksi IHSG per Bulan, dari Juni hingga Desember 2022

Penulis : Investor Daily
31 Mei 2022 | 21:59 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri bulan Mei 2022 dengan pencapaian yang melegakan. IHSG ditutup melesat 111,4 poin (1,58%) ke level 7.148,9 pada perdagangan Selasa (31/5/2022).

Lantas, bagaimana kira-kira arah pergerakan IHSG di bulan Juni? Lalu, bulan Juli? Agustus, September, Oktober, November, Desember?

Kepada Investor Daily, Divisi Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Agung P Nugroho mengungkapkan bahwa IHSG bisa mencapai level tertinggi (resistance) 7.228 pada Juni 2022. Sedangkan level terendah (support) diprediksi pada level 6.759.

Dari dalam negeri, musim pembagian dividen, serta aksi korporasi yang tengah marak yaitu rights issue, private placement, hingga buyback saham akan mempengaruhi pergerakan IHSG. “Selama terjaga di level 7.000, berarti perkiraannya positif (untuk Juni),” kata Agung.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, pada periode Juni dan Juli, pergerakan pasar akan menunggu hasil laporan keuangan emiten kuartal II-2022. Meski demikian, IHSG pada Juli diprediksi sedikit terkoreksi dengan kembali menguji level support 6.882. Kalaupun menguat, indeks cenderung bergerak ke level resistance 7.157. “Menyempit, jadi sifatnya ke konsolidasi,” imbuhnya.

Secara siklus, kata Agung, pergerakan IHSG pada Juli tidak lebih baik dari Juni. Apalagi, pada Juli nanti akan ada libur anak sekolah yang membuat aktivitas rekreasi ke luar kota maupun luar negeri meningkat dan akan memengaruhi inflasi.

Bila inflasi naik, BI bisa saja menaikkan suku bunga acuan pada Agustus atau September dari level 3,5% yang selama ini dipertahankan. “Inflasi naik sebetulnya tidak langsung mengoreksi IHSG. Tetapi akan ada beberapa emiten yang terdampak,” jelasnya.

Secara umum, bila melihat siklus tahunan, tren kenaikan IHSG bisa terjadi setelah Agustus, September, dan Oktober. Agung memprediksi IHSG kembali terkoreksi pada Agustus.

Pada bulan tersebut, indeks diperkirakan menjaga level support 6.882. Sedangkan level resistance Agustus adalah 7.228-7.288 atau mendekati level psikologis 7.300, seperti terjadi pada April 2022 yang menyentuh 7.355.

“Makanya, Juni jadi penentu. Kalau memang terbatas, IHSG Juli bisa sedikit terkoreksi. Agustus kemungkinan tidak jauh beda, tetapi pada September akan leading,” papar Agung.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika Agustus masih sesuai proyeksi, IHSG pada September diperkirakan kembali mencapai level 7.355, yang didukung oleh listing sejumlah emiten baru pada sisa waktu tahun ini.

Setelah masuk ke level psikologis 7.355, IHSG diyakini bakal bergerak ke level psikologis baru, dengan proyeksi IHSG Oktober di kisaran 7.355-7.411. Kemudian memasuki November, IHSG diproyeksikan bergerak ke level 7.447 sebagai support, dan resistance di 7.555.

“Saya sebenarnya optimis dengan market sampai 2023 karena mau ada election. Berdasarkan data, ini terjadi sejak 2004. Karena kemarin sudah terkoreksi signifikan setelah libur hari raya, tinggal isunya adalah inflasi dan suku bunga acuan BI. Estimasi kami, IHSG akhir 2022 mencapai level 7.600, tepatnya 7.588 secara teknikal,” ujarnya. (C02)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia