Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Terkerek Mengekor Kenaikan Minyak Kedelai

Penulis : Indah Handayani
1 Jun 2022 | 06:04 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives anjlok pada perdagangan Selasa (31/5/2022). Mengekor kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CboT).

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (31/5/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2022 anjlok 103 Ringgit Malaysia menjadi 6.607 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2022 naik 35 Ringgit Malaysia menjadi 6.564 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Agustus 2022 terkerek 72 Ringgit Malaysia menjadi 6.304 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman September 2022 menanjak 87 Ringgit Malaysia menjadi 6.132 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Oktober 2022 naik 87 Ringgit Malaysia menjadi 6.036 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 terdongkrak 84 Ringgit Malaysia menjadi 5.994 Ringgit Malaysia per ton.

Trader minyak sawit David Ng mengatakan, selain mengekor kenaikan harga minyak kedelai di CBoT, terkereknya harga CPO juga didukung oleh kinerja ekspor yang lebih kuat seperti yang dilaporkan oleh surveyor kargo. “Kami menemukan support di 6.000 Ringgit Malaysia per ton dan resistensi di 6.700 Ringgit Malaysia per ton," katanya dikutip dari Bernama.

Menurut surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS), ekspor produk minyak sawit Malaysia dari 1-31 Mei naik 24,64% menjadi 1.415.569 ton dari 1.135.681 ton yang dikirim selama 1-30 April.

Sementara itu, kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan, ITS memperkirakan ekspor minyak sawit Mei penuh akan naik 24% selama April, dan itu sejalan dengan ekspektasi pasar.

"Fokus pasar saat ini adalah produksi satu bulan penuh dan belum diumumkan bea keluar/retribusi minyak sawit Indonesia untuk Juni," tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia