Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Harga CPO Terkerek Mengekor Kenaikan Minyak Kedelai

Rabu, 1 Juni 2022 | 06:04 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives anjlok pada perdagangan Selasa (31/5/2022). Mengekor kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CboT).

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (31/5/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2022 anjlok 103 Ringgit Malaysia menjadi 6.607 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2022 naik 35 Ringgit Malaysia menjadi 6.564 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Agustus 2022 terkerek 72 Ringgit Malaysia menjadi 6.304 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman September 2022 menanjak 87 Ringgit Malaysia menjadi 6.132 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Menjadi UMKM Mitra Binaan Pertamina Makin Mudah

Serta, kontrak pengiriman Oktober 2022 naik 87 Ringgit Malaysia menjadi 6.036 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 terdongkrak 84 Ringgit Malaysia menjadi 5.994 Ringgit Malaysia per ton.

Trader minyak sawit David Ng mengatakan, selain mengekor kenaikan harga minyak kedelai di CBoT, terkereknya harga CPO juga didukung oleh kinerja ekspor yang lebih kuat seperti yang dilaporkan oleh surveyor kargo. “Kami menemukan support di 6.000 Ringgit Malaysia per ton dan resistensi di 6.700 Ringgit Malaysia per ton," katanya dikutip dari Bernama.

Baca juga: OJK Ingatkan IFG soal Konsumen Dapen BUMN

Menurut surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS), ekspor produk minyak sawit Malaysia dari 1-31 Mei naik 24,64% menjadi 1.415.569 ton dari 1.135.681 ton yang dikirim selama 1-30 April.

Sementara itu, kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan, ITS memperkirakan ekspor minyak sawit Mei penuh akan naik 24% selama April, dan itu sejalan dengan ekspektasi pasar.

"Fokus pasar saat ini adalah produksi satu bulan penuh dan belum diumumkan bea keluar/retribusi minyak sawit Indonesia untuk Juni," tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Bernama

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com