Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi minyak
sumber: Antara

ilustrasi minyak sumber: Antara

Minyak Naik Terdorong Larangan Minyak Rusia

Rabu, 1 Juni 2022 | 10:05 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Rabu pagi, setelah para pemimpin Uni Eropa menyetujui larangan parsial dan bertahap terhadap minyak Rusia. Serta, Tiongkok mengakhiri lockdown Covid-19 di Shanghai.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 78 sen atau 0,7%, menjadi diperdagangkan di US$116,38 per barel pada pukul 00.37 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Juli naik 63 sen atau 0,6%, menjadi diperdagangkan di US$115,30 per barel.

Kedua harga acuan mengakhiri Mei lebih tinggi, menandai kenaikan harga selama enam bulan berturut-turut.

Para pemimpin Uni Eropa pada prinsipnya sepakat pada Senin (30/5/2022) untuk memotong 90% impor minyak dari Rusia pada akhir tahun ini, sanksi terberat blok itu terhadap Moskow sejak invasi ke Ukraina tiga bulan lalu, yang disebut Moskow sebagai ‘operasi militer khusus’.

Baca juga: Harga CPO Terkerek Mengekor Kenaikan Minyak Kedelai

Setelah sepenuhnya diadopsi, sanksi terhadap minyak mentah akan bertahap dalam lebih dari enam bulan dan pada produk olahan selama delapan bulan. Embargo membebaskan minyak melalui pipa dari Rusia sebagai konsesi ke Hongaria.

"Namun, dengan Jerman dan Polandia telah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan membeli minyak Rusia melalui pipa atau laut, efek totalnya adalah memotong 90 % dari penjualan minyak mentah Rusia ke Uni Eropa pada akhir tahun," kata analis dari ANZ Research dalam sebuah catatan dikutip dari Antara, Rabu (1/6/2022).

Di Tiongkok, lockdown Covid-19 di Shanghai berakhir pada tengah malam pada Rabu pagi setelah berlangsung dua bulan, mendorong ekspektasi permintaan bahan bakar yang lebih kuat dari negara tersebut.

Baca juga: Rusia Hentikan Kontrak Pasokan Gas ke Belanda, Denmark, dan Jerman

Namun laporan bahwa beberapa produsen sedang menjajaki gagasan untuk menangguhkan partisipasi Rusia dalam kesepakatan produksi OPEC+ telah membatasi kenaikan harga minyak.

Meskipun tidak ada dorongan formal bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak untuk memompa lebih banyak minyak guna menebus potensi kekurangan Rusia, beberapa anggota Teluk telah mulai merencanakan peningkatan produksi dalam beberapa bulan ke depan, Wall Street Journal melaporkan, mengutip delegasi OPEC.

"Antisipasi lebih banyak pasokan yang menghantam pasar, bahkan setelah menghentikan Rusia, dapat memicu sebagian dari aksi jual karena minyak menghentikan kenaikan pasca-embargo Uni Eropa," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management, dalam sebuah catatan.

Produksi minyak mentah AS naik pada Maret lebih dari 3% ke level tertinggi sejak November, menurut laporan bulanan dari Badan Informasi Energi AS pada Selasa (31/5/2022).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com