Jumat, 15 Mei 2026

Harga Melesat 11%, Market Cap GOTO Salip Bank Mandiri (BMRI)

Penulis : Parluhutan Situmorang
2 Jun 2022 | 11:55 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - Kapitalisasi pasar (market cap) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melesat menjadi Rp 400,32 triliun setelah harga sahamnya ditutup naik Rp 36 (11,84%) menjadi Rp 340 pada penutupan perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/6).

Saat ini, GOTO menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat meyalip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 378 triliun. Sedangkan emiten dengan market cap teratas masih diduduki PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Dengan penguatan harga tersebut, kini saham GOTO melampaui harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Rp 338. Sepanjang sesi I, saham GOTO begerak dalam rentang 304-346 per saham.

ADVERTISEMENT

Hingga sesi I, GOTO tercatat tercatat sebagai dengan volume transaksi terbanyak (top volume) dan nilai transaksi teratas (top value). Volume transaksi saham GOTO mencapai 4,17 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp 1,4 triliun. Saham GOTO juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing Rp 1,67 miliar.

Sementara itu, GOTO juga berhasil masuk ke dalam tiga indeks saham via jalur cepat (fast entry) oleh BEI. GOTO masuk ke dalam jajaran IDX30, LQ45, dan IDX80. GOTO menyingkirkan posisi saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di IDX30 dan Indeks LQ45. Sedangkan di IDX80, GOTO menggeser posisi saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Ryan Aristo Naro, Kresna Hutabarat, dan Eimi Setiawan dalam risetnya memberikan pandangan positif terhadap pencapaian kinerja keuangan GOTO pada kuartal I-2022. Hal ini terlihat dari kinerja seluruh segmen bisnis perseroan, seperti on demand services, e-commerce, dan fintech services.

Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa raihan GTV GOTO senilai Rp 139,99 triliun pada kuartal I-2022 setara dengna 22,5% dari target yang ditetapkan. Sedangkan pencapaian pendapatan kotor sebanyak Rp 5,23 triliun telah merefleksikan 22,3% dari perkiraan Mandiri Sekuritas.

Mandiri Sekuritas juga memberikan pandapatan positif atas keberhasilan perseroan dalam mencetak gross take rate sebesar 3,7%. Berdasarkan pencapaian tersebut, GOTO berada pada jalur yang dipercepat untuk menunju profitabilitas yang berkelanjutan. Hal ini seiring dengan prioritas utama perseroan untuk mengejar pertumbuhan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi saham GOTO dengan target harga Rp 440.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia