Jumat, 15 Mei 2026

Phintraco Sekuritas: IHSG Rawan Profit Taking, Perhatikan Deretan Saham-saham Pilihan Berikut

Penulis : Indah Handayani
6 Jun 2022 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Pergerakan saham terlihat di layar monitor di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pergerakan saham terlihat di layar monitor di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Phintraco Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) rawan profit taking pada perdagangan Senin (6/6/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak pada resistance 7.200, pivot 7.150, dan support 7.100.

Phintraco Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG kembali tertahan pada resistance level 7.200 di Jumat (3/6/2022). Bersamaan dengan hal tersebut, IHSG kembali membentuk pola inverted dragonfly doji, serupa dengan pola perdagangan Kamis (2/6/2022). Stochastic RSI mengindikasikan overbought dan positive slope pada MACD mulai menyempit.

“Oleh sebab itu, waspadai potensi profit taking di Senin (6/6/2022), terutama jika IHSG kembali tertahan di level 7.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (6/6/2022).

ADVERTISEMENT

Dari eksternal, Phintraco Sekuritas menyebut US Unemployment Rate diperkirakan turun ke 3,5% di Mei 2022 dari 3,6% di April 2022. Namun, US Non Farm Payrolls diperkirakan turun ke 325 ribu di Mei 2022 dari 428 ribu di April 2022.

Penurunan tingkat pengangguran memperkuat keyakinan bahwa kondisi ekonomi AS relatif siap menghadapi pengetatan kebijakan moneter the Fed. Di sisi lain, penurunan Non Farm Payrolls berpotensi memicu kekhawatiran terhadap outlook ekonomi AS ditengah pengetatan tersebut.

Sedangkan dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa per Mei 2022. Cadangan devisa diuntungkan dari tren surplus Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) yang diperkirakan berlanjut di Mei 2022.

Menurut Phintraco Sekuritas, kekuatan cadangan devisa Indonesia ditunjukan dengan penguatan nilai tukar Rupiah ke bawah Rp14.500 per USD di Jumat sore (3/6/2022), setelah sempat menyentuh Rp14.730 per USD di 19 Mei 2022.

Memperhatikan sentimen-sentimen diatas, Phintraco Sekuritas mengatakann rotasi masih terus dilakukan oleh pelaku pasar, namun fokus (selective net buy) terlihat pada saham-saham blue chip. Antara lain BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, UNTR, ADRO, HRUM, ANTM, AMRT dan UNVR.

“Diluar saham-saham tersebut, ASSA, ACES, ADMR, BBKP dan RALS dapat diperhatikan,” tutup Phintraco Sekuritas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia