Jumat, 15 Mei 2026

Reliance Sekuritas: IHSG Melemah, Intip Saham-saham Berpotensi Naik di Awal Pekan

Penulis : Indah Handayani
6 Jun 2022 | 08:45 WIB
BAGIKAN
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA, investor.id – Reliance Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan di awal pekan, Senin (6/6/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.130 – 7.220.

“seiring pelemahan bursa AS yang cukup dalam pada penutupan Jumat pekan lalu, serta diperparah oleh hasil rilis data ekonomi Indonesia yang kurang mendukung pada pekan lalu. IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Senin (6/6).

IHSG ditutup menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu di level 7.182,96 (+0,48%). IHSG bergerak sejalan dengan indeks di kawasan Asia yang menguat seiring respon para pelaku pasar mencermati rilis data yang menunjang ekonomi makro. Meski demikian, pergerakan IHSG sempat mencapai lebih dari 1%.

ADVERTISEMENT

Beberapa sektor yang mendorong penguatan IHSG diantaranya adalah sektor energi (+1,41%), sektor industri (+0,82%), dan sektor teknologi (+0,45%). Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 623,07 milliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli adalah: BMRI, BBCA, UNTR.

Reliance Sekuritas menambahkan, secara teknikal IHSG kembali membentuk pola candlestick yang serupa dengan hari sebelumnya, masih mengindikasikan akan terjadi reversal, dan gagal menutup gap yang terbentuk di rentang 7.156 – 7.204.

Indikator MACD masih bergerak ke atas mengindikasikan masih ada potensi bergerak bullish, sementara stochastic masih berada di area overbuy, mengindikasikan akan terjadi reversal. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu ADRO, BTPS, ASRI, MTEL, BSML, INDY, HRUM,” tambah Reliance Sekuritas.

Kemudian dari bursa AS, pelemahan masih terus terjadi di indeks-indeks besar, dengan indeks Nasdaq mengalami pelemahan paling dalam mencapai 2,47%. Para investor masih mengkhawatirkan akan terjadinya resesi antara tahun ini atau akan terjadi di tahun depan. Pasalnya pengumuman PMI AS mengalami pelemahan dari periode sebelumnya (57,1x ke 55,9x)

Bursa Asia pada pagi hari ini diperdagangkan di zona merah meskipun tidak terlalu rendah, indeks Nikkei melemah 0,1%, indeks TOPIX melemah 0,2% pada saat laporan ini ditulis, namun indeks Kospi tidak dibuka karena terdapat hari raya nasional.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia