Kamis, 14 Mei 2026

Penjualan Sesuai Ekspektasi, Begini Pandangan Analis terhadap Saham Bukit Asam (PTBA)

Penulis : Parluhutan Situmorang
10 Jun 2022 | 09:25 WIB
BAGIKAN
(Dok. Bukit Asam)
(Dok. Bukit Asam)

JAKARTA, Investor.id - RHB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi trading buy saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga Rp 5.050. Target tersebut mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja di tengah masih tingginya harga jual batubara.

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan Fauzan Luthfi Djamal mengungkapkan, lonjakan rata-rata harga jual menjadi faktor utama pendongkrak kinerja keuangan Bukit Asam pada kuartal I-2022, dibandingkan peningkatan volume penjualan dari 5,9 juta ton menjadi 7 juta ton. Bahkan, terjadi penurunan volume penjualan dari 7,5 juta ton pada kuartal IV-2021 menjadi 7 juta ton pada kuartal I-2022.

“Kami mempertahankan rekomendasi trading buy dengan target harga Rp 5.050 untuk saham PTBA didukung atas perkiraan volume penjualan batu bara tahun ini yang masih sesuai ekspektasi, meski volume turun pada kuartal I-2022,” tulisanya dalam riset.

ADVERTISEMENT

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa secara historis volume penjualan semester I menyumbang sekitar 44% terhadap total volume penjualan sepanjang tahun. Sedangkan sisanya mencapai 56% berasal dari penjualan selama semester II tiap tahun.

Target tersebut juga menggambarkan prospek berlanjutnya harga tinggi batubara dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, manajemen menunjukkan kemampaun untuk mengendalikan biaya, meski stripping ratio meningkat menjadi 5,2 kali pada kuartal I-2022, dibandingkan rata-rata dalam lima tahun terakhir berada di level 4,5 kali.

Perseroan juga ditopang dari posisi kas internal yang kuat dengan kas bersih senilai Rp 14,6 triliun hingga kuartal I-2022, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya Rp 4 triliun. Dengan angka tersebut, perseroan diprediksi tetap mampu untuk menjaga dividen tetap menarik. Berdasarkan data, rata-rata dividend yield perseroan dalam 10 tahun terakhir mencapai 15%.

Perseroan juga didukung peningkatan kapasitas daya angkut kereta batubara, pengembangan pembangkit listrik, dan energi terbarukan. Perseroan juga didukung dengan inisiasi kolaborasi dengan Mining Industry Indonesia untuk menekan emisi karbon.

RHB Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih PTBA menjadi Rp 10,3 triliun pada 2022, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 7,90 triliun. Pendapatan juga diprediksi melesat dari Rp 29,26 triliun menjadi Rp 40,98 triliun.

Pandangan positif terhadap saham PTBA juga datang dari analis Mandiri Sekuritas. Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto mengungkapkan, PTBA masih memiliki ruang untuk meningkatkan produksi, seiring dengan peningkatan kapasitas daya angkut, seperti kereta batu bara dan pelabuhan batu bara.

“Kami juga menyukai saham PTBA didukung eksposur penjualan batu bara untuk pasar domestik yang besar dengan tingkat permintaan yang cenderung stabil,” jelas Ariyanto dan Wesley dalam riset.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA dengan target harga Rp 4.500. Target tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi mulai beroperasinya pembangkit Sumsel 8 tahun ini setelah progress mencapai 97% sampai Juni 2022.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia