Jumat, 15 Mei 2026

Tok, Merdeka Gold (MDKA) Siap Lepas 10% Saham

Penulis : Investor Daily
10 Jun 2022 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Paparan publik PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di Jakarta, Jumat (10/6/2022).
Paparan publik PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui rencana PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) untuk melangsungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement. Perseroan siap menerbitkan sebanyak 2,29 miliar saham atau setara 10%.

“Persetujuan private placement untuk memberikan fleksibilitas pendanaan perseroan dalam pengembangan kegiatan usaha dan mendukung potensi ekspansi. Hingga saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan di aset-aset utama kami, termasuk melihat peluang pengembangan di sektor potensial,” kata Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro dalam paparan publik, Jumat (10/6/2022).

Dia menegaskan, pihaknya aktif mengoptimalkan potensi pendanaan untuk mendukung pengembangan bisnis. Hingga 31 Maret 2022, Merdeka Gold memiliki saldo kas senilai US$ 122 juta dengan fasilitas utang yang belum ditarik sebesar US$ 100 juta dari fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) dari PT Bank UOB Indonesia, The Korea Development Bank, dan PT Bank Mizuho Indonesia.

ADVERTISEMENT

MDKA juga berhasil meraup dana segar sebesar US$ 882 juta dari berbagai aksi korporasi seperti rights issue, penerbitan obligasi rupiah, dan fasilitas pinjaman per 16 Mei 2022.

Menurut Albert, perseroan telah aktif mengoptimalkan pendanaan yang diterima untuk pengembangan kegiatan usaha serta mendukung potensi ekspansi bisnis. Terbukti, pada kuartal I-2022, MDKA telah melakukan sejumlah akuisisi besar, yaitu PT Hamparan Logistik Nusantara (HLN), salah satu perusahaan dengan cadangan bijih nikel terbesar di dunia. HLN juga memiliki aset smelter nikel yang telah beroperasi dengan total transaksi lebih dari Rp 5,7 triliun.

Akuisisi 55,67% saham HLN telah dirampungkan oleh MDKA melalui anak usahanya, PT Batutua Tembaga Abadi (BTA). Dalam hal ini, HLN telah mengakuisisi proyek tambang nikel dengan cadangan bijih nikel terbesar di dunia dan aset pemurnian nikel yang telah beroperasi.

Selanjutnya, MDKA mengakuisisi PT Andalan Bersama Investama yang memiliki Kontrak Karya Pani dengan total transaksi sebesar Rp 1,1 triliun. Dalam periode sama, perseroan juga telah mengakuisisi 50% kepemilikan Lion Selection Asia Limited (LSA) di PT Pani Bersama Jaya (PBJ), yang menjadikan kepemilikan ekonomis MDKA pada Proyek Emas Pani meningkat menjadi 70%.

“Perseroan juga melakukan investasi di nikel, kobalt, dan tembaga yang akan terus berlanjut dan berkembang, seiring kemitraan strategis yang terjalin dengan Hong Kong Brunp Catl Co Ltd, pemasok terbesar dunia untuk baterai kendaraan listrik,” sambung Albert.

Sementara itu, selain private placement, RUPS juga menyetujui rencana MDKA untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham maksimal 0,5% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp 600 miliar. Buyback saham akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu maksimal 18 bulan.

Buyback saham dilakukan agar perseroan memiliki fleksibilitas yang memungkinkan MDKA memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham, jika harga saham MDKA tidak mencerminkan nilai atau kinerja yang sebenarnya.

RUPS juga menetapkan perubahan susunan dewan komisaris, yakni mengangkat Tang Honghui sebagai komisaris perseroan menggantikan Richard Bruce Ness yang mengundurkan diri. (C02)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia