Menu
Sign in
@ Contact
Search
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

Pekan ini, Harga CPO Bakal Dipengaruhi Sentimen Berikut

Senin, 13 Juni 2022 | 06:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pada pekan ini pergerakan harga CPO bakal diperngaruhi oleh beberapa sentimen. Sebab, sentimen-sentimen tersebut akan menjadi indikator yang dipantau oleh pelaku pasar dalam sepekan mendatang.

Yoga menyebut data ekspor CPO Malaysia untuk periode paruh pertama Juni (1-15) yang biasanya dijadikan gambaran oleh pelaku pasar untuk melihat tren permintaan. Ditambah lagi, perkembangan situasi tenaga kerja di Malaysia. Sentimen lainnya adalah perkembangan situasi di pasar CPO Indonesia. “Khususnya terkait pemberian izin ekspor juga akan menjadi sentimen penggerak harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Baca juga: Kemenaker Jalankan Tiga Langkah Ciptakan Hubungan Industrial Kondusif di Perkebunan Sawit

Hal ini karena, lanjut Yoga, dengan semakin banyaknya eksportir CPO Indonesia yang mengantongi izin ekspor. Hal ini akan mengindikasikan pasokan CPO Indonesia ke pasar CPO global juga akan semakin meningkat. Terlebih permintaan dari negara importir untuk menunjukkan peningkatan. “Ini

terlihat dari impor CPO oleh India, yang merupakan negara importir terbesar CPO, naik 15% pada bulan Mei dan menjadi rekor tertinggi dalam tujuh bulan,” papar Yoga.

Baca juga: Tak Cuma Minyak Goreng, Cakupan SIMIRAH Diperluas ke CPO

Tidak hanya itu, Yoga menambahkan, minyak kedelai pergerakan harganya masih dalam tren bullish dipicu oleh masalah pasokan yang masih ketat serta ditambah dengan kekhawatiran akan melonjaknya harga pupuk yang akan berdampak pada sisi produksi. Brasil, produsen kedelai terbesar dunia, mengimpor 85% pupuknya, sebagian besar dari Rusia.

Untuk itu, Yoga memprediksi, harga CPO di pekan depan berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.700 – 7.000 Ringgit Malaysia per ton. “Namun, apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 5.800 – 5.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com