Harga CPO Berguguran di Awal Pekan
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berguguran di awal pekan, Senin (13/6/2022). Dengan demikian, tren pelemahan harga CPO pada pekan lalu masih berlanjut hingga di awal pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (13/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2022 melorot 151 Ringgit Malaysia menjadi 6.130 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2022 terkoreksi 152 Ringgit Malaysia menjadi 5.991 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, harga CPO Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Agustus 2022 turun 127 Ringgit Malaysia menjadi 5.793 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman September 2022 menurun 113 Ringgit Malaysia menjadi 5.653 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan, harga CPO Bursa Malaysia kontrak pengiriman Oktober 2022 jatuh 110 Ringgit Malaysia menjadi 5.567 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 anjlok 128 Ringgit Malaysia menjadi 5.537 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pada pekan ini pergerakan harga CPO bakal dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Sebab, sentimen-sentimen tersebut akan menjadi indikator yang dipantau oleh pelaku pasar dalam sepekan mendatang.
Yoga menyebut sentimen pertama yang dipantau pelaku pasar adalah data ekspor CPO Malaysia untuk periode paruh pertama Juni (1-15). Data tersebut biasanya dijadikan gambaran oleh pelaku pasar untuk melihat tren permintaan. Ditambah lagi, perkembangan situasi tenaga kerja di Malaysia. Sentimen lainnya adalah perkembangan situasi di pasar CPO Indonesia. “Khususnya terkait pemberian izin ekspor juga akan menjadi sentimen penggerak harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.
Hal ini karena, lanjut Yoga, dengan semakin banyaknya eksportir CPO Indonesia yang mengantongi izin ekspor. Hal ini akan mengindikasikan pasokan CPO Indonesia ke pasar CPO global juga akan semakin meningkat. Terlebih permintaan dari negara importir untuk menunjukkan peningkatan. “Ini terlihat dari impor CPO oleh India, yang merupakan negara importir terbesar CPO, naik 15% pada bulan Mei dan menjadi rekor tertinggi dalam tujuh bulan,” papar Yoga.
Tidak hanya itu, Yoga menambahkan, minyak kedelai pergerakan harganya masih dalam tren bullish dipicu oleh masalah pasokan yang masih ketat serta ditambah dengan kekhawatiran akan melonjaknya harga pupuk yang akan berdampak pada sisi produksi. Brasil, produsen kedelai terbesar dunia, mengimpor 85% pupuknya, sebagian besar dari Rusia.
Untuk itu, Yoga memprediksi, harga CPO di pekan ini berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.700 – 7.000 Ringgit Malaysia per ton. “Namun, apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 5.800 – 5.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






