Pilarmas: IHSG Melemah, Cermati ASII, TBIG, dan Tiga Saham Pilihan Lainnya
JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG melemah pada perdagangan Selasa (14/6/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.923 – 7.053. Untuk itu, cermati ASII, TBIG, dan tiga saham pilihan lainnya.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas di rentang 6.923 – 7.053. Secara potensi, rebound berpeluang terjadi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (14/6/2022).
Pada perdagangan Senin (13/6/2022), IHSG ditutup melemah sebesar -91 poin atau -1,29% ke level 6.996. Sektor transportation & logistic, technology, energy, basic materials, industrials, consumer cyclicals, infrastructures, properties & real estate, financials, consumer non cyclicals, healthcare bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG hari ini. Investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 376 miliar.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, ditengah data inflasi yang keluar kemarin dimana mengalami kenaikkan tertinggi dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, ternyata telah memicu dampak yang begitu luar biasa di pasar. Pasar saham mengalami penurunan, terutama dengan S&P 500 yang turun ke level terendahnya untuk tahun ini. S&P 500 turun 3.88%, Dow Jones turun 2.79%, imbal hasil US Treasury 10y melonjak hingga 3.36%, dan imbal hasil US Treasury 2y telah naik menjadi 3.35%. Rata rata imbal hasil mengalami kenaikkan hingga 20 – 30 bps.
Potensi kenaikkan tingkat suku bunga hingga 75 bps itu menjadi sebuah keyakinan baru bagi pelaku pasar dan investor. Keyakinan baru timbul akibat kegelisahan data inflasi, dimana keyakinan The Fed akan bergerak lebih cepat dengan menaikkan tingkat suku bunga lebih besar akan terwujud pada pertemuan The Fed pekan ini. “Kenaikkan imbal hasil US Treasury membuktikannya dengan mengalami kenaikkan tertinggi dalam rentang waktu 11 tahun terakhir,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.
Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, imbal hasil US Treasury 2y dan 10y mulai terlihat minim spread, yang itu artinya dalam waktu yang tidak lama lagi, akan mendorong potensi imbal hasil obligasi jangka pendek akan lebih tinggi daripada obligasi jangka panjang yang dimana memberikan sebuah gambaran bahwa inverted yield akan kembali terjadi. Berbicara sejarahnya, kondisi inverted yield telah memprediksi banyak sekali resesi yang akan terjadi di Amerika. Terakhir pada tahun 2007 sebelum akhirnya perekonomian Amerika benar benar goyah di tahun 2008.
“Kenaikkan imbal hasil telah memberikan sebuah indikasi baru bagi pelaku pasar dan investor bahwa The Fed akan kembali menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps, boleh percaya atau tidak namun The Fed tidak akan menjawab hingga hari Kamis nanti,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan berpotensi melesat pada perdagangan hari ini, yaitu ASII, TBIG, KLBF, AMRT, dan PTPP.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






