Jumat, 15 Mei 2026

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Baik

Penulis : Indah Handayani / Primus Dorimulu
15 Jun 2022 | 13:34 WIB
BAGIKAN
Focus Group Discussion OJK bersama pemimpin redaksi media massa bertajuk "OJK Membangun Stabilitas Sektor Jasa Keuangan", Selasa malam (14/6/2022). (Foto: Primus Dorimulu)
Focus Group Discussion OJK bersama pemimpin redaksi media massa bertajuk "OJK Membangun Stabilitas Sektor Jasa Keuangan", Selasa malam (14/6/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, stabilitas sektor jasa keuangan terjaga baik sepanjang 2022, meskipun di tengah tantangan ekonomi global yang makin besar. Terlihat dari permodalan yang tinggi, likuiditas ample (banyak), risiko kredit terjaga, jumlah investor di pasar modal meningkat bahkan mayoritas investor lokal.

Berdasarkan materi paparan OJK, kredit perbankan pada April 2022 tumbuh 9,1% year on year (yoy) atau 3,69% year to date (ytd). Bank BUMN dan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) domestik menjadi pendorong pertumbuhan kredit. Sejalan dengan itu, kredit di BPD konsisten tumbuh positif. Kredit UMKM dan korporasi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, dengan pertumbuhan yang positif.

Tidak hanya itu, risiko kredit pada level yang terjaga dengan permodalan dan likuiditas tinggi. Rasio NPL gross pada April 2022 sebesar 3%. Sementara itu, rasio NPL net sebesar 0,83%. Rasio kecukupan permodalan perbankan April 2022 melandai menjadi 24,32% (Maret 2022: 24,79%). DPK pada April 2022 tercatat tumbuh sebesar 10,11% yoy (Maret 2022: 9,95% yoy).

ADVERTISEMENT

“AL/NCD dan AL/DPK industri perbankan konsisten berada di atas threshold,” demikian materi paparan OJK yang dipresentasikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan pemimpin redaksi media massa bertajuk ‘OJK Membangun Stabilitas Sektor Jasa Keuangan’, Selasa malam (14/6/2022).

Tidak hanya itu, OJK juga menyebutkan bahwa kredit restrukturisasi Covid-19 menunjukkan tren penurunan, termasuk jumlah debitur kredit restrukturisasi. Perbankan terus meningkatkan rasio CKPN secara gradual seiring penurunan nominal kredit restrukturisasi Covid-19 dan tambahan pembentukan CKPN restrukturisasi Covid-19.

Namun, pasar SBN masih dibayangi tekanan. Aliran dana asing di pasar saham dan pasar SBN mencatatkan net sell pada akhir Mei 2022. Yield SBN mengalami peningkatan. Spread antara yield SBN dengan UST sempat menyempit. Namun, pada Mei 2022, mulai kembali melebar sebagai bentuk penyesuaian yield SBN yang terjadi.

Sedangkan, kinerja IHSG meningkat dan kembali menguat ke kisaran level 7.000. Tidak hanya itu, minat penghimpunan dan investasi di pasar modal meningkat. Hal itu dapat dilihat dengan peningkatan jumlah investor pasar modal mencapai 8,9 juta pada Mei 2022. Mayoritas adalah investor ritel berusia <30 tahun yang makin mendominasi dibandingkan tahun lalu (Mei 2021 sebesar 58,09%, Mei 2022 sebesar 59,91%). Antusiasme investor ritel menjadi penyumbang meningkatnya nilai transaksi bursa saham. 

Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal sampai dengan 7 Juni 2022 sebesar Rp 93,5 triliun yang berasal dari 79 penawaran umum (PU). Masih terdapat 114 PU senilai Rp 77,26 triliun dalam pipeline, diperkirakan target 2022 tercapai. Nilai penawaran umum terbesar dilakukan oleh sektor keuangan.

Adapun pertumbuhan kredit pada 2022 diperkirakan sebesar 7,5 ± 1% dan 2023 mencapai 8,5 ± 1%. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada 2022 sebesar 10 ± 1% dan 2023 diharapkan mencapai 7,5 ± 1%. Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal pada 2022 diproyeksikan sebesar Rp 125-175 triliun. Sedangkan realisasi hingga Mei 2022 mencapai Rp 100,1 triliun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia