disini
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Baik
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Focus Group Discussion OJK bersama pemimpin redaksi media massa bertajuk

Focus Group Discussion OJK bersama pemimpin redaksi media massa bertajuk "OJK Membangun Stabilitas Sektor Jasa Keuangan", Selasa malam (14/6/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Baik

Rabu, 15 Juni 2022 | 13:34 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id) ,Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, stabilitas sektor jasa keuangan terjaga baik sepanjang 2022, meskipun di tengah tantangan ekonomi global yang makin besar. Terlihat dari permodalan yang tinggi, likuiditas ample (banyak), risiko kredit terjaga, jumlah investor di pasar modal meningkat bahkan mayoritas investor lokal.

Berdasarkan materi paparan OJK, kredit perbankan pada April 2022 tumbuh 9,1% year on year (yoy) atau 3,69% year to date (ytd). Bank BUMN dan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) domestik menjadi pendorong pertumbuhan kredit. Sejalan dengan itu, kredit di BPD konsisten tumbuh positif. Kredit UMKM dan korporasi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, dengan pertumbuhan yang positif.

Advertisement

Tidak hanya itu, risiko kredit pada level yang terjaga dengan permodalan dan likuiditas tinggi. Rasio NPL gross pada April 2022 sebesar 3%. Sementara itu, rasio NPL net sebesar 0,83%. Rasio kecukupan permodalan perbankan April 2022 melandai menjadi 24,32% (Maret 2022: 24,79%). DPK pada April 2022 tercatat tumbuh sebesar 10,11% yoy (Maret 2022: 9,95% yoy).

Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 25 Bulan Berturut-turut

“AL/NCD dan AL/DPK industri perbankan konsisten berada di atas threshold,” demikian materi paparan OJK yang dipresentasikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan pemimpin redaksi media massa bertajuk ‘OJK Membangun Stabilitas Sektor Jasa Keuangan’, Selasa malam (14/6/2022).

Tidak hanya itu, OJK juga menyebutkan bahwa kredit restrukturisasi Covid-19 menunjukkan tren penurunan, termasuk jumlah debitur kredit restrukturisasi. Perbankan terus meningkatkan rasio CKPN secara gradual seiring penurunan nominal kredit restrukturisasi Covid-19 dan tambahan pembentukan CKPN restrukturisasi Covid-19.

Namun, pasar SBN masih dibayangi tekanan. Aliran dana asing di pasar saham dan pasar SBN mencatatkan net sell pada akhir Mei 2022. Yield SBN mengalami peningkatan. Spread antara yield SBN dengan UST sempat menyempit. Namun, pada Mei 2022, mulai kembali melebar sebagai bentuk penyesuaian yield SBN yang terjadi.

Baca juga: BPS: Nilai Ekspor Mei 2022 Capai US$ 21,51 Miliar

Sedangkan, kinerja IHSG meningkat dan kembali menguat ke kisaran level 7.000. Tidak hanya itu, minat penghimpunan dan investasi di pasar modal meningkat. Hal itu dapat dilihat dengan peningkatan jumlah investor pasar modal mencapai 8,9 juta pada Mei 2022. Mayoritas adalah investor ritel berusia <30 tahun yang makin mendominasi dibandingkan tahun lalu (Mei 2021 sebesar 58,09%, Mei 2022 sebesar 59,91%). Antusiasme investor ritel menjadi penyumbang meningkatnya nilai transaksi bursa saham. 

Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal sampai dengan 7 Juni 2022 sebesar Rp 93,5 triliun yang berasal dari 79 penawaran umum (PU). Masih terdapat 114 PU senilai Rp 77,26 triliun dalam pipeline, diperkirakan target 2022 tercapai. Nilai penawaran umum terbesar dilakukan oleh sektor keuangan.

Adapun pertumbuhan kredit pada 2022 diperkirakan sebesar 7,5 ± 1% dan 2023 mencapai 8,5 ± 1%. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada 2022 sebesar 10 ± 1% dan 2023 diharapkan mencapai 7,5 ± 1%. Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal pada 2022 diproyeksikan sebesar Rp 125-175 triliun. Sedangkan realisasi hingga Mei 2022 mencapai Rp 100,1 triliun.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN