Didorong Sentimen Positif, Saham Bank Jago (ARTO) Lanjutkan Penguatan
JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) ditutup kembali naik mencapai Rp 625 (6,87%) menjadi Rp 9.725 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (16/6).
Dengan kenaikan tersebut, harga saham ARTO telah menguat mencapai 11,78% sepanjang pekan berjalan dari Rp 8.700 menjadi Rp 9.725. Bahkan, dalam sebulan terakhir harga saham ARTO telah naik hampir 28% .
Berdasarkan data BEI, saham ARTO sempat menyentuh level tertinggi harian Rp 9.925 atau meningkat 9,06%. Total volume saham ARTO yang pada sesi I mencapai 21,76 juta saham dengan nilai transaksi Rp 207,19 miliar. Investor dalam negeri lebih aktif mengakumulasi saham ARTO yang tercermin dario nilai jual bersih investor asing (net sell) mencapai Rp 29,43 miliar.
Selama sebulan terakhir, harga saham ARTO telah meningkat dari harga terendah Rp 6.600 menjadi Rp 9.925 atau 50,37%. Jika dihitung sejak 16 Mei 2022 hingga hari ini, saham Bank Jago telah menguat 27,96%.
Kenaikan harga saham bank yang dikendalikan oleh bankir senior Jerry Ng ini terjadi, seiring dengan sejumlah informasi yang beredar di pasar modal. Di antaranya, Bank Jago akan memperkuat bisnis pada sektor otomotif. Kabarnya Bank Jago akan menambah mitra dalam menggenjot pembiayaan pada segmen ini.
Sebelumnya, Bank Jago telah berkolaborasi dengan platform e-commerce jual beli mobil bekas PT Carsome Indonesia. Dalam kolaborasi ini Bank Jago menyalurkan kredit modal kerja kepada Carsome Indonesia.
Kolaborasi Bank Jago dan Carsome merupakan tahap awal karena Bank Jago sedang merencanakan berbagai kolaborasi lain dengan ekosistem digital Carsome Indonesia. Beberapa rencana yang disiapkan adalah kolaborasi pembiayaan dealer mobil bekas yang tergabung dalam ekosistem Carsome Indonesia serta kolaborasi pembiayaan kepada pembeli mobil bekas (end user) di platform e-commerce Carsome Indonesia.
Hingga Maret 2022, Bank Jago telah menjalin kolaborasi dengan lebih dari 32 institusi. Satu dari beberapa kolaborasi adalah partnership lending dengan fintech lending, multifinance, dan institusi keuangan digital lainnya.
Partnership lending ini mendorong kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago tumbuh 376% dalam setahun hingga mencapai Rp 6,14 triliun pada kuartal I-2022. Pola partnership lending ini memampukan Bank Jago untuk ekspansif tetapi tetap menjaga risiko yang terkendali.
Hal ini tercermin pada rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross terjaga di level 1,5% dan NPL bersih berada di level 0,4% pada akhir kuartal I-2022.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

