Chemstar Indonesia (CHEM) Tawarkan Harga IPO Rp 150-190 Per Saham
JAKARTA, investor.id – PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), perusahaan produsen bahan kimia untuk industri tekstil yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat berencana melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham sebanyak-banyaknya 500 juta lembar, dengan harga penawaran awal sekitar Rp 150-190 per saham.
Berdasarkan Prospektus IPO CHEM yang dipublikasi di Jakarta, Senin (20/6/2022) total saham IPO tersebut setara dengan 29,41% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, dengan nilai nominal Rp 25 per saham.
Dengan penetapan harga penawaran awal berkisar Rp 150-190 per saham, maka jumlah penghimpunan dana melalui aksi korporasi ini sekitar Rp 75-95 miliar. Manajemen CHEM telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek, yakni NH Korindo Sekuritas Indonesia.
Chemstar Indonesia juga berencana menerbitkan 250 juta Waran Seri I atau setara sebanyak-banyaknya 20,83% dari modal disetor. Waran Seri I ini diberikan secara Cuma-Cuma kepada para pemegang saham baru perseroan yang Namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan dengan perbandingan 2 saham baru mendapatkan 1 waran seri I (rasio waran 2:1).
Bersamaan dengan pencatatan saham baru sebanyak-banyaknya 500 juta saham terserbut, perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum IPO sejumlah 1,2 miliar saham. Saham-saham tersebut adalah milik Kwee Sutrisno sebanyak 12 juta saham, Eko Muljono Suprapto sebanyak 12 juta saham, Wim Zulkarnaen sebanyak 12 juta saham, dan PT Tunas Bahtera Harum sebanyak 1,16 miliar saham. Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh perseroan di Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak-banyaknya 1,70 miliar saham. Bersamaan dengan pencatatan saham akan dicatatkan pula sebanyak-banyaknya 250 juta Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru.
Rencananya, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan 27,86% untuk pembelian tanah dan bangunan yang saat ini telah digunakan oleh perseroan sebagai pabrik dan kantor perseroan di Jl. Industri Ubrug No 70, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta dengan nomor sertifikat SHM No. 70 Tahun 1976 yang dibeli dari pihak afiliasi yaitu Wim Zulkarnaen dengan harga sebesar Rp 19,50 miliardengan tujuan transaksi adalah untuk kepastian tempat bagi perseroan untuk beroperasi, di mana saat ini perseroan menyewa tempat tersebut. Transaksi ini akan dilakukan dalam waktu paling lambat dua bulan sejak dana IPO diterima dimana hal tersebut tergolong dalam Capital Expenditure (Capex).
Sisanya sekitar 72,14% akan digunakan untuk modal kerja perseroan seperti pembelian persediaan, pengembangan usaha dan pemasaran dimana modal kerja tersebut tergolong dalam Operating Expenditure (OPEX). Sedangkan dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran maka seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembelian persediaan.
Manajemen CHEM dan penjamin pelaksana emisi Efek berharap rencana IPO ini bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2020. Adapun masa penawaran awal berlangsung mulai hari ini hingga 23 Juni 2022.
Baca Juga:
IPO Mandiri Mineral (NPII) Batal?Sementara itu, masa penawaran umum dijadwalkan pada 4-6 Juli 2022, penjatahan pada 6 Juli 2022 dan pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) diharapkan bisa dilakukan pada 7 Juli 2022. Sehingga, pencatatan saham CHEM di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dilaksanakan pada 8 Juli 2022.
Setelah IPO ini mulai tahun buku 2022 dan seterusnya, manajemen perseroan bermaksud membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham CHEM dalam jumlah sebanyak - banyaknya 30% atas laba bersih perseroan setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan wajib. Besarnya pembagian dividen akan, bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi perseroan di masa yang akan datang dan dengan memperhatikan pembatasan peraturan dan kewajiban lainnya.
Terkait kinerja keuangan, per akhir 2021, perseroan membukukan penjualan Rp 89,6 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 79,3 miliar. Laba tahun berjalan juga naik sebesar Rp 12,9 miliar dari sebelumnya Rp 4,4 miliar. Nilai laba per saham di tahun 2021 tercatat Rp 45,95.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler


