Jumat, 15 Mei 2026

Anak Usaha Sarana Menara (TOWR) Raih Tambahan Pinjaman Rp 1,5 Triliun dari BCA (BBCA)

Penulis : Lona Olavia
21 Jun 2022 | 16:18 WIB
BAGIKAN
Tower Sarana Menara Nusantara
Tower Sarana Menara Nusantara

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya mendapatkan tambahan fasilitas pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sejumlah anak usaha perseroan meneken perjanjian perubahan kedua belas tersebut pada 16 Juni 2022.

Entitas usaha perseroan meliputi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT Komet Infra Nusantara (KIN), PT Solusi Tunas Pratama (SUPR), PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), PT Quattro International (QTR), dan PT Global Indonesia Komunikatama (GIK).

“Perjanjian perubahan keduabelas ini merupakan perubahan atas fasilitas kredit berdasarkan Rp 500 miliar revolving loan facility agreement pada 21 Desember 2016 yang telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir sebagaimana dimuat dalam perjanjian perubahan kesebelas 4 Maret 2022,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Selasa (21/6/2022).

ADVERTISEMENT

Manajemen menyatakan seiring perjanjian perubahan keduabelas, para pihak telah sepakat untuk menambahkan peminjam pada perjanjian fasilitas dan menambahkan fasilitas kredit investasi 6 sejumlah Rp 1,5 triliun untuk Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR dan GIK.

“Atas fasilitas I ini, Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR, dan GIK bertanggungjawab secara tanggung renteng terhadap seluruh kewajiban yang ada. Jangka waktu fasilitas I adalah sampai dengan 31 Desember 2022,” tulis manajemen perseroan.

Perjanjian perubahan keduabelas ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 karena seluruh pihak secara tidak langsung dimiliki dan dikendalikan oleh keluarga Robert Budi Hartono dan keluarga Michael Bambang Hartono.

Manajemen TOWR menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan atas ditandanganinya perjanjian perubahan keduabelas oleh Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR dan GIK.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia