Jumat, 15 Mei 2026

BI Gelar RDG, Pandangan Analis Saham Terbelah

Penulis : Investor Daily
21 Jun 2022 | 21:53 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu-Kamis, 22-23 Juni 2022.

Beredar spekulasi di pasar saham, BI bersiap menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 0,25% dari saat ini 3,5%. Beredar pula spekulasi bahwa BI akan kembali mempertahankan suku bunga acuan tersebut.

Sementara itu, di kalangan analis pasar modal, terjadi perbedaan pendapat soal itu. Head of Investment PT Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe berharap agar BI menaikkan suku bunga acuan guna meredam gejolak kurs dan volatilitas di pasar saham.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, jika suku bunga BI naik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan terjaga dan turut mengamankan indeks harga saham gabungan (IHSG), meski berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi. Namun, keputusan BI sangat dinanti pelaku pasar untuk membaca arah kebijakan yang ingin diambil, apakah menjaga pertumbuhan ekonomi atau menjaga nilai tukar rupiah.

“Jadi, kita memang sedang melihat seberapa kuat pengaruh kurs terhadap IHSG atau seberapa kuat pengaruh pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap IHSG,” paparnya.

Berbeda dengan Kiswoyo, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mengatakan, saat ini sebaiknya BI tetap mempertahankan suku bunga acuan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia pun menampik bila aksi jual (net sell) investor asing di pasar modal terkait dengan spekulasi bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan, saat The Fed dan bank sentral lainnya di dunia justru agresif menaikkan suku bunga.

Martha menilai, aksi jual saham oleh investor asing dalam beberapa hari terakhir masih wajar. Sebab net buy masih besar sejak tahun lalu.

Net sell relatif kecil kok. Jadi wajar kalau asing mau realisasi profit dulu dan pindahkan dananya sebagian kembali ke AS, karena di sana suku bunganya mulai naik,” ujar Martha. (C02)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia