Kemenkeu: The Fed Naikkan Suku Bunga, Minat Investor Terhadap Lelang SUN Tinggi
JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) secara agresif sebesar 75 basis poin menjadi 1,5% sampai 1,75% dinilai belum mempengaruhi minat investor terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (21/6/2022). Bahkan, minat investor terhadap lelang tersebut masih tinggi.
“Minat investor pada lelang SUN hari ini terlihat cukup baik, tercermin dari bids yang masuk sebesar Rp 35,06 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian domestik yang baik, dengan adanya rilis data neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus US$ 2.90 miliar pada bulan Mei,” ucap Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Deni Ridwan di Jakarta pada Selasa (21/6/2022).
Adapun seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03220921 (new issuance), SPN12230622 (new issuance), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening). Dari penawaran yang masuk sebesar Rp 35,06 triliun, Kemenkeu memutuskan untuk menyerap pembiayaan dari lelang SUN sebesar Rp 18,88 triliun.
“Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, serta capaian penerbitan SBR 011 sebesar Rp 13,9 triliun (oversubscribe 2,78 kali dari target awal Rp5 triliun) settlement tanggal 22 Juni 2022, maka pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp18,88 triliun,” ucap Deni.
Deni mengatakan, seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun kembali mendominasi demand investor pada lelang, yang mencapai 73,81% dari total incoming bids dan 75,50% dari total awarded bids. Selain itu, incoming bids terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp17,88 triliun (50,99% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp10,85 triliun (57,48% dari total awarded bids). Sementara itu, bids to cover ratio pada lelang kali ini adalah sebesar 1,86 kali.
“Partisipasi investor asing mayoritas juga pada tenor 5 dan 10 tahun, dengan total penawaran masuk mencapai Rp3,67 triliun atau 10,46% dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp1,99 triliun atau 54,31% dari total incoming bids investor asing,” ucap Deni.
Secara umum, level yield rata-rata tertimbang (Weighted Average Yield/WAY) yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini mengikuti kondisi pasar saat ini yang masih cenderung volatile karena pengaruh kondisi global. Sehingga level WAY yang dimenangkan pada seri obligasi negara tercatat naik sebesar 3 sampai dengan 10 basis poin dibandingkan lelang sebelumnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





