Jumat, 15 Mei 2026

BNI Sekuritas: IHSG Menguat Terbatas, Pantau Saham BBRI, PTBA, TLKM dan BRPT

Penulis : Indah Handayani
22 Jun 2022 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Aktivitas karyawan sekuritas di depan monitor pergerakan saham. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Aktivitas karyawan sekuritas di depan monitor pergerakan saham. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id — BNI Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas dan masih dalam trend penurunan pada perdagangan Rabu (22/6/2022). Investor dapat mencermati saham BBRI, PTBA, TLKM dan BRPT.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks terlihat berpeluang kenaikan terbatas masih rawan distribusi, dari candle bullish breakaway dan peluang isi gap di level 7.063.

Trend bullish, selama di atas 6.924, berpeluang menuju 7.051-7.160 (high minggu lalu di 7.138). IHSG closing di atas 5 day MA (7.002). Indikator MACD netral, Stochastich oversold. Selama di atas 6.924, berpeluang menuju (sebelumnya target 6.888 - 7.209 gap tercapai) 7.138 - 7.257. Range breakout berada di 6.856 - 7.138,” ujar Andri dalam risetnya, Rabu (22/6/2022).

ADVERTISEMENT

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di level 7.063/7.100/7.138/7.186. Sementara untuk level support berada di 7.016/6.985/6.924/6.886. Perkiraan range 7.000 - 7.100.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, pada perdagangan kemarin Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 2,15%, sementara S&P 500 naik lebih kuat 2,45%, begitu juga dengan indeks Nasdaq yang menguat signifikan sebesar 2,51%.

“Kenaikan ini seiring dengan penilaian investor terhadap langkah the Fed yang lebih agresif. Sektor energi mencatat kenaikan yang tertinggi di S&P 500 setelah adanya kenaikan harga minyak. Harga minyak WTI naik hampir 1% menjadi USD110,65 per barel,” jelas Maxi.

Semetara itu, bursa Asia Pasifik pada perdagangan kemarin mengalami penguatan. Beberapa indeks yang mencatat kenaikan signifikan adalah Nikkei, Hang Seng dan S&P/ASX 200.

Seiring kondisi pasar saat ini, investor dapat mencermati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan rekomendasi speculative buy dan target 4.430/4.530, stop loss di bawah 4.340/4.250. Kemudian saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan rekomendasi speculative buy dan target 4.130/4.220, stop loss di bawah 3.910/3.780.

Investor juga dapat mencermati saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan rekomendasi buy di atas 4.110 dan target 4.150/4.200, stop loss di bawah 4.010. Sementara saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) direkomendasikan speculative buy dengan target 810/835, stop loss di bawah 700.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia