Jumat, 15 Mei 2026

Kantongi Rp 1 Triliun, BTN (BBTN) Pertahankan Pertumbuhan Laba Bersih yang Pesat

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Jun 2022 | 13:58 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo.

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil menunjukan kinerja yang cemerlang hingga Mei 2022. Hal ini tercermin pada laporan keuangan bulanan perseroan pada Mei 2022

Laporan tersebut menyebutkan, laba bersih BBTN berhasil menembus Rp 1 triliun, tepatnya Rp 1,06 triliun, dalam lima bulan pertama 2022. Laba bersih tersebut meningkat 49,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 716,44 miliar

Melesatnya laba dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 25,95% menjadi Rp 5,9 triliun, dibandingkan hingga Mei 2021 Rp 4,68 triliun.

ADVERTISEMENT

Faktor utama peningkatan NII adalah penurunan biaya dana akibat perbaikan struktur dana pihak ketiga (DPK). Biaya dana turun sebesar 28,95% dari Rp 5,8 triliun pada Mei 2022 menjadi Rp 4,12 triliun.

Kinerja positif juga juga dicatatkan penghimpunan DPK yang hampir menembus Rp 300 triliun, tepatnya Rp 298,53 triliun di Mei 2022. DPK ini meningkat 7,56% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar DPK terjadi pada portofolio tabungan dan giro (current account saving account/CASA) dengan pertumbuhan 14,95% menjadi Rp 131,58 triliun. Sementara deposito naik tipis 2,38% menjadi Rp166,94 triliun. Dengan kondisi porsi CASA di BTN meningkat menjadi 44% dibandingkan setahun lalu yang tercatat 41%.

Sejalan dengan kinerja DPK, penyaluran kredit dan pembiayaan syariah BBTN juga tumbuh 6,7% menjadi Rp 280,99 triliun. Kenaikan kredit dan pembiayaan syariah menopang total aset BTN menembus Rp374,27 triliun, tumbuh 4,25% dari setahun sebelumnya yang tercatat Rp359 triliun.

Rekomendasi Beli

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi menilai kinerja cemerlang ini bisa menjadi modal berharga BBTN dalam menggalang dukungan publik pada aksi korporasi penerbitan saham baru melalui rights issue. Pertumbuhan di sisi topline maupun bottom line akan meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar untuk ikut injeksi modal ke BBTN.

“Sebelum mengeksekusi rights, investor akan selalu melihat fundamental tiap emiten dan valuasi. Pertumbuhan kinerja BBTN tentu menjadi daya tarik yang sangat tinggi. Dan dari sisi harga, valuasi saham BBTN terbilang masih sangat murah,” kata Tirta.

Dengan harga saham saat ini, bank sekelas BBTN memiliki rasio PBV hanya 0,74x. Bandingkan dengan bank himbara lainnya yang sudah di atas 1,5x PBV. BMRI memiliki PBV rasio 1,97x, BBNI 1,22x dan BBRI 2,44x. “Jadi, dibandingkan peers, saham BBTN bisa dibilang salah harga. Rencana rights issue lebih dari Rp4,6 triliun akan menaikkan ekspektasi market terhadap saham ini ke depan,” kata Tirta yang menyematkan rekomendasi beli dengan target harga BBTN di harga Rp 2.200

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia