Jumat, 15 Mei 2026

J Trust Bank (BCIC) Bidik Dana Rights Issue Tahap II Rp 1,27 Triliun

Penulis : Lona Olavia
23 Jun 2022 | 08:33 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) per April 2022 mencatat kinerja positif dalam hal laba. Perolehan laba ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang selektif dan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Hingga akhir Mei 2022, kredit tumbuh sebesar 38% yaitu Rp 13,82 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 10,01 triliun per Desember 2021. Sedangkan pada sisi simpanan melalui instrumen tabungan, giro, dan deposito J Trust Bank menghimpun DPK sebesar Rp 19,13 triliun atau tumbuh 20% dari sebelumnya sebesar Rp 15,95 triliun pada akhir Desember 2021. J Trust Bank optimis dapat mencapai target pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tahun 2022.

Sejalan dengan perbaikan kinerja bisnis, Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai menyebutkan, J Trust Bank akan melanjutkan aksi korporasi yaitu Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) Tahap II dengan skema rights issue.

ADVERTISEMENT

J Trust Bank akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 4.242.714.624 saham Seri C dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan nilai emisi saham sebanyak-banyaknya Rp 1,27 triliun. Ini memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik yang tercatat pada recording date untuk memperoleh HMETD untuk turut serta dalam right issue.

“Meskipun tahun ini masih akan diliputi oleh tantangan dan ketidakpastian, J Trust Bank optimis kinerja perusahaan akan terus membaik. Hal ini kami harapkan mampu mendorong pemegang saham untuk mengesekusi hak-nya pada right issue kami,”  katanya dalam keterangan resmi, Kamis (23/6/2022).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia