BRI (BBRI) Rilis Green Bond Rp 5 Triliun, Ini Penjelasan Dirut
JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan (green bond) BRI Tahap I Tahun 2022 dengan pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Green bond tersebut akan digunakan untuk pembiayaan berkelanjutan, utamanya ke segmen mikro.
Rencana tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi lingkungan berkelanjutan dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 15 triliun. Green bond tersebut akan ditawarkan dalam tiga seri dengan tenor 370 hari, 3 tahun, dan 5 tahun sejak tanggal emisi.
“Bond ini untuk domestik market. Tujuan penggunaannya 70% untuk mengganti bond yang jatuh tempo, sisanya 30% untuk memperkuat penyaluran kredit mikro,” jelas Direktur Utama BRI Sunarso kepada Investor Daily, Rabu (22/6).
Obligasi tersebut berdenominasi rupiah yang diyakini akan terserap sesuai target dana senilai Rp 5 triliun. Meski begitu, Sunarso belum menyebut kisaran kupon yang ditawarkan dari ketiga seri obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan tersebut. “Saya optimistis ini bisa diterima pasar domestik,” ujar Sunarso.
Berdasarkan prospektus yang dirilis di Investor Daily, bunga obligasi berwawasan lingkungan tersebut rencananya dibayarkan setiap triwulan atau tiga bulan sejak tanggal emisi, di mana bunga obligasi berwawasan lingkungan pertama akan dibayarkan pada tanggal 20 Oktober 2022.
Adapun bunga obligasi berwawasan lingkungan terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi berwawasan lingkungan akan dibayarkan pada tanggal 30 Juli 2023 untuk obligasi berwawasan lingkungan Seri A, tanggal 20 Juli 2025 untuk obligasi berwawasan lingkungan Seri B dan tanggal 20 Juli 2027 untuk obligasi berwawasan lingkungan Seri C. Pelunasan Obligasi Berwawasan Lingkungan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Bunga obligasi berwawasan lingkungan ini dibayarkan oleh BRI kepada pemegang obligasi berwawasan lingkungan melalui Agen Pembayaran pada tanggal pembayaran bunga obligasi berwawasan lingkungan untuk masing-masing seri obligasi berwawasan lingkungan. BRI menyampaikan seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi berwawasan lingkungan ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kegiatan dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan untuk modal kerja.
KUBL yang dimaksud antara lain adalah kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang pertujuan untuk melindungi, memperbaiki, dan/atau meningkatkan kualitas atau fungsi lingkungan. Dalam kaitan tersebut, perseroan telah menyusun Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan (Obligasi Berwawasan Lingkungan Framework) yang di dalamnya terdapat pengaturan mengenai mekanisme penggunaan dana, evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana serta mekanisme pelaporan yang diperoleh dari penawaran umum obligasi berwawasan lingkungan.
Dalam rangka PUB, perseroan telah memperoleh hasil pemeringakatan atas obligasi berwawasan lingkungan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yakni idAAA. Penjammin pelaksana emisi obligasi berwawasan lingkungan antara lain PT Bahana Sekuritas (terafiliasi), PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas (terafiliasi), PT BRI Danareksa Sekuritas (terafiliasi), PT IndoPremier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas (terafiliasi), penjamin efek akan ditentukan kemudian, wali amanat adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






