Jumat, 15 Mei 2026

Akhir Juni, PPRE Capai 47% Target Kontrak Baru 2022

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
8 Jul 2022 | 15:43 WIB
BAGIKAN
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, Investor.id  – PT PP Presisi Tbk (PPRE) raih kontrak baru sebesar Rp 661,9 miliar pada bulan Juni 2022. Dengan demikian, perseroan telah mengantongi total perolehan kontrak baru mencapai Rp 2,74 triliun atau telah mencapai 47% dari target 2022 yakni Rp 5,9 triliun.

Direktur Utama Rully Noviandar menjelaskan, secara rinci perolehan kontrak baru didominasi oleh civil work sebesar 55,95% dan mining services sebesar 40,22% yang merupakan lini bisnis utama perseroan.

Sedangkan sisanya diperoleh dari lini bisnis pendukung yaitu structure work, production plant dan heavy equipment rental sebesar 3,83%. Untuk penambahan kontrak baru berdasarkan pemberi kerja didominasi oleh pasar eksternal (Non PP Group) sebesar 95,8% dan pasar internal (PP Group) sebesar 4,2%.

“Hal tersebut tentunya membuktikan bahwa perseroan mampu bersaing di pasar eksternal dan membuka peluang kami dalam perolehan pasar yang lebih luas serta meningkatkan positioning perseroan sebagai main contractor di bidang konstruksi maupun jasa pertambangan," jelas Rully dalam keterangan resmi, Jumat (8/7/22).

ADVERTISEMENT

Baca juga: Raih Pinjaman Rp 770 M, PP Presisi (PPRE) Percepat Proyek Cinere-Jagorawi

Ia menambahkan, dengan pencapaian ini perseroan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Disisi lain target itu juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam meningkatnya anggaran untuk pengadaan lahan untuk pembebasan jalan tol guna percepatan penyelesaian jalan tol. "Besar peluang bagi perseroan sebagai perusahaan konstruksi untuk menggunakan engineering capacity yang kami miliki untuk meningkatkan perolehan kontrak baru dan laba perseroan," ujarnya.

Perseroan juga berharap seluruh kontrak baru yang kami peroleh tersebut dapat menghasilkan burn rate yang tinggi sehingga dapat menghasilkan penjualan secara optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan perseroan untuk tahun 2022 ini.

Belum lama ini, PPRE mencatatkan secara resmi obligasi I tahap I tahun 2022 senilai Rp 202,98 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi yang ditawarkan dalam dua seri ini telah mendapatkan peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Rully Noviandar mengatakan, penawaran obligasi ini sebagai bentuk komitmen perseroan dalam meningkatkan engineering capacity untuk menunjang proyek jasa pertambangan serta pekerjaan sipil serta kepercayaan investor kepada perusahaan.

“Serta, mewujudkan strategi manajemen untuk pertumbuhan berkelanjutan serta strategi keuangan yang mengacu pada prinsip berbasis risiko,” kata dia.

Baca juga: Raih Rp 195 Miliar, PP Presisi (PPRE) Kembali Tambah Kontrak Baru

Perseroan mengalokasikan sebesar 70% dana emisi obligasi ini untuk belanja modal, yaitu untuk penambahan peralatan berat untuk menunjang proyek jasa pertambangan serta proyek civil work dan sebesar 30% yang digunakan untuk modal kerja perseroan.

Obligasi itu terdiri atas dua seri, yakni seri A dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 102,27 miliar berjangka waktu 3 tahun. Surat utang ini ditawarkan dengan tingkat tingkat bunga tetap obligasi sebesar 9,50% per tahun. Kemudian, seri B dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 100,70 miliar bertenor lima tahun dilepas dengan tingkat kupon 10,50% per tahun.

PP Presisi menunjuk penjamin pelaksana emisi (PPE) atau Joint Lead Underwriter (JLU), yaitu PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, sedangkan untuk Profesi Penunjang lainnya, PPRE menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia sebagai Wali Amanat

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia